List/Grid Media Puisi Subscribe RSS feed of category Media Puisi

di hela nafas terakhir

di hela nafas terakhir

sorot mata itu memudar kilatan cahaya mulai meredup tak ada lagi tatapan tajam pandangan menerawang tanpa batas seperti langkah tegap yang melemah gontai diseret tak tentu arah badan lunglai hingga… Read more »

halilintar berwarna Nila

halilintar berwarna Nila

Jangan kira ini suara halilintar yang menggema memekakkan gendang telinga suara ini bukan suara petir yang membahana sepenuh angkasa raya kilatannya mengukir indah namamu inilah suara hatiku tentang cinta yang… Read more »

Khusyu di Dua Raka'at

Khusyu di Dua Raka'at

embun jangan biarkan terusik arwahku masih gerah semalam menidurkan angkara murka dalam hati tenanglah engkau mentari pagi jangan sinarmu meluap menjelma durjana cukupkan waktu antara fajar dan shubuh biarkan raga… Read more »

Sepertiga Malam

Sepertiga Malam

sepertiga malam menawar syahdu pada hening kugadai hidup mengharap ingatan ditelan sunyi bersimpuh raga diperut bumi sepertiga malam jangan berlalu segera sejenak kuingin mewujudkan sebait firman kalam mengejar amal selingkar… Read more »

Kepada Sang Galoh… jangan Berhenti Kawan  !!!!

Kepada Sang Galoh… jangan Berhenti Kawan !!!!

[slideshow]berderet syair memenuhi lembaran kertas tak bergaris berkelok-kelok tulisan terukir pada setiap lembarannya tak juga susah membacanya dengan mata memincing engkau bilang “itulah inspirasiku!!!” ah…!!! betapa mudahnya ukiran itu bersajak… Read more »

betulkah aku sedang rindu

betulkah aku sedang rindu

jelaga hati memerah pertanda rindu telah berkecamuk pujianmu telah mendahului berhentilah aku sedang merindumu dengan sangat meski tak lagi melenakan hati dimanakah engkau kini lengah pena tuk memulainya dari baris… Read more »

Gulita di Terang Ramadhan

Gulita di Terang Ramadhan

aku dan kisahku memulai dengan senyuman lalu tangis terangkai dengan sedikit memelas lalu mengerang karena ketakutan ada yang tampak dalam pandangan saat bai’at terangkat pertanda keta’atan dan ketundukanku menyemat kesungguhan… Read more »

Selimut Cinta

Selimut Cinta

senyum menjelma tangis meluluh lantakkan keangkuhan sang durjana raib sudah terlena pada selimut cinta adalah hati yang berhias noda telah bersuci dengan salju menjelma seperti malaikat bersimpuh pada kesucian jika… Read more »

Resahku saat sendiri tertiup angin

Resahku saat sendiri tertiup angin

malam tak lagi menawarkan ketenangan riuh suara-suara lalu lalang diemperan toko lelap saja pengemis jalanan meski deru mesin memenuhi lubang telinganya sementara pada belahan bumi lain hening dan senyap menikmati… Read more »

Benarkah aku telah kalah……

Benarkah aku telah kalah……

setegar apakah aku diterjang seribu kekasih meneteskan air mata perih…….. masih sanggup kuhadang dengan sejuta rindu mengobarkan jihad perjuangan… aku tak kalah aku hanya lelah aku ingin istirahat sejenak

© 2013 Uak Sena. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Support by pacarita.
DMCA.com