Moderasi Beragama

1 student

Moderasi beragama menjadi hal penting untuk dibangun agar dapat menjadi modal menciptakan harmonisasi ketukunan beragama. Moderasi dalam bahasa Arab, moderasi dikenal de­ ngan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah­tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang). Orang yang menerapkan prinsip wasathiyah bisa disebut wasith. Dalam bahasa Arab pula, kata wasathiyah diartikan sebagai “pilihan terbaik”. Apa pun kata yang dipakai, semuanya menyiratkan satu makna yang sama, yakni adil, yang dalam konteks ini berarti memilih posisi jalan tengah di antara berbagai pilihan ekstrem. Kata wasith bahkan sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata ‘wasit’ yang memiliki tiga pengertian, yaitu: 1) penengah, perantara (misalnya dalam perdagangan, bis­ nis); 2) pelerai (pemisah, pendamai) antara yang berselisih; dan 3) pemimpin di pertandingan.

Menurut para pakar bahasa Ar Kalau dianalogikan, moderasi adalah ibarat gerak dari pinggir yang selalu cenderung menuju pusat atau sumbu (centripetal), sedangkan ekstremisme adalah gerak seba­ liknya menjauhi pusat atau sumbu, menuju sisi terluar dan ekstrem (centrifugal). Ibarat bandul jam, ada gerak yang di­ namis, tidak berhenti di satu sisi luar secara ekstrem, me­ lainkan bergerak menuju ke tengah­tengah.

Ada tiga bagian utama yang harus dipahami oleh para penyuluh agama dalam menyebarkan dan mengarus utamakan moderasi beragama yaitu

  1. Memahami secara benar konseptual terkait moderasi beragama, mulai dari definisinya, nilai dan prin­ sip dasarmya, sumber rujukannya dalam tradisi berbagai agama, dan indikatornya. Pada bagian ini, pembahasan ten­ tang prinsip adil, berimbang, akomodatif, inklusif, dan tole­ ran akan menjadi bagian penting sebagai indikator adanya moderasi.
  2. Memahami latar belakang dan konteks sosio­kultural pentingnya moderasi beragama, serta contoh implementasinya dalam pengalaman empirik masyarakat Indonesia. Moderasi dijadikan sebagai cara pandang (pers­ pektif) dalam seluruh praktik kehidupan beragama.
  3. Memahami strategi dan langkah­langkah yang perlu ditempuh dalam melakukan penguatan dan implementasi moderasi beragama. Tujuan penguatan ini adalah agar mo­ derasi beragama dapat secara terstruktur dijadikan sebagai program nasional, sehingga melekat menjadi cara pandang baik bagi setiap individu maupun lembaga.

Instructor

User Avatar uaksena

Guru, Presenter, Blogger, Penulis untuk bidang Administrasi Publik, Administrasi Pendidikan dan e-Government
Free

Leave a Reply