Bloking mental penulis pemula

Membangun tradisi menulis memang bukan perkara sepele. Menjadi penulis telah menjadi cita-cita banyak orang dari beragam profesi. Bagaimanapun juga menulis akan melahirkan karya tulisan yang menjadi sumber bacaan bagi orang lain agar dapat memeroleh pengetahuan, dan keterampilan baru dari membaca tulisan.

Banyak orang yang memiliki beragam ide tapi tidak dapat dimanfaatkan oleh orang lain karena ide tersebut hanya mengendap di pikiran orang tertentu dan tidak dipublikasikan. Salah satu menyampaikan ide adalah melalui tulisan. Tradisi menulis menjadi salah satu prasyarat utama untuk merawat dan menyebarkan pengetahuan dan peradaban untuk generasi selanjutnya.

Menjadi penulis memang tidak mudah dan juga tidak sulit. Kebanyakan seseorang tidak bisa menulis karena beragam faktor. Salah satu faktor ektrem adalah karena ketakutan seseorang jika hasil tulisan yang dibuatnya mendapat cercaan orang lain, takut disalahkan dan bahkan takut disebut tulisan yang tidak baik. Perlu ditanamkan secara baik bahwa menulis bukan melulu sebagai bakat tetapi juga didalamnya ada proses yang berpengaruh terhadap tulisan dan kualitasnya.

Mengapa seseorang menulis?. Pertanyaan ini terkait dengan motivasi dan tujuan seseorang menulis. Kadang kala seseorang tidak menulis karena motivasi yang lemah, tidak kuat hingga tidak dapat menentukan apa yang menjadi tujuan menulis. Seorang mahasiswa mengaku tidak bisa menulis, tetapi mampu membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi, disertasi dan thesis. Seorang pengusaha tidak bisa menulis tetapi mampu mempresentasikan kiat-kiat sukses usahanya dan dipaparkan dalam bentuk makalan. Seorang guru, Dosen, Widyaiswara mengaku tidak bisa menulis, tetapi mengajukan karya tulis ilmiah untuk pemenuhan persyaratan profesinya.

Hal sangat lazim untuk dilakukan dalam rangka memotivasi diri menulis adalah dengan menumbuhkan keyakinan diri bahwa menulis akan memberi manfaat dalam menambah wawasan, dan pengetahuan baru. Seburuk apapun tulisan seorang penulis menurut pembaca, dalam prosesnya telah memberi manfaat bagi penulis karena telah membaca literatur yang beragam sebelum menulis. Artinya penulis yang bersangkutan telah memiliki pengetahuan baru yang dikonfirmasi antara pengalaman (fenomenologi) dengan teori-teori atau konsep dan paradigma yang relevan. Seorang penulis pemula sekalipun tidak akan pernah bisa membuat tulisan tanpa terlebih dahulu diawali dengan membaca, menganalisis, mengindentifikasi, menklarifikasi dan mengkonfirmasi antara kondisi idealitas dan realitas dalam bentuk tulisan. Proses tersebut merupakan proses yang dilewati oleh semua penulis.

Jangan takut menulis. Menulis itu butuh keberanian kata Pramudya. Lalu bagaimana membongkar mental penulis agar berani menuliskan idenya?. Bagaimana seseorang mampu mengemukakan ide yang dimilikinya dalam bentuk tulisan?. Bagaimana menumbuhkan keberanian seseorang untuk mulai menulis tanpa takut hasil tulisannya di cemooh pembaca? Silahkan unduh file presentasi berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *