Cara memfasilitasi Pembelajaran Aktif di Kelas Virtual

Pembelajaran yang dilaksanakan dengan model interaktif di kelas konvensional tentu mudah untuk dilakukan oleh guru. Guru dapat merancang pembelajaran interaktif dengan beragam model dan pendekatan agar dapat memfasilitasi keterlibatan peserta didik secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ha ini tentu berbeda dengan pembelajaran virtual, dimana terjadi proses interaksi yang dibangun di dunia digital. Satu hal yang perlu dipertimbangkan bahwa dalam pembelajaran online, guru tetap harus dapat membangun coneksi atau hubungan psikologis dengan peserta didik sehingga motivasi belajar mereka tetap sama pada saat pembelajaran konvensional.

Agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, guru perlu merencanakan dan mendesain pembelajaran online dengan mempertimbangkan 5 hal penting yaitu menciptakan interaksi real time dengan peserta didik, memanfaatkan tools discussion Board, melibatkan siswa pada kegiatan non tes, menggunakan beragama alat komunikasi dalam bentuk interface dan menggunakan aplikasi yang familiar digunakan oleh peserta didik.

Interaksi Real Time

Guru harus dapat membangun pembelajaran real time dengan peserta didik. Model ini dapat dilakukan dalam bentuk syncronous pada saat menyampaiakn materi pembelajaran. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan membangun ruang kelas virtual real time antara peserta dengan peserta dan dengan guru pada saat guru menyampaikan materi pembelajaran. Guru tidak hanya menyediakan sumber belajar dalam bentuk slide, dokumen atau video pembelajaran, tetapi harus secara real time menyampaikan materi melalui teleconfrence.

Untuk melaksanakan kegiatan ini guru dapat menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Meet, Zoom, Streaming Video Youtube, dan Webex Meet. Melalui Aplikasi ini, guru dan siswa dapat melaksanakan interaksi pembelajaran secara real time. Guru hanya perlu menetapkan jadwal pelaksanaan aktivitas real time tersebut kepada peserta didik.

Discussion Board

Pada kegiatan pembelajaran guru perlu membangun hubungan secara langsung dengan peserta didik. Model ini dapat dibangun dengan tujuan untuk melakukan bimbingan kepada peserta didik pada materi tertentu. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan beberapa aplikasi pendukung seperti aplikasi Discussion Board atau menggunakan aplikasi yang dapat menfasilitasi peserta didik dengan guru untuk mebangun prinsip Colaboratif dalam pembelajaran.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, guru dapat memanfaatkan aplikasi Seperti Jamboard, atau menggunakan Aplikasi Colaboratif seperti Google Slide, Google Dokument, Google Sheet atau dengan menggunakan Microsoft 365. Melalui aplikasi ini guru secara sicronous atau a-syncronous melakukan pembimbingan kepada peserta didik.

Libatkan Siswa pada Kegiatan Non Tugas

Aktivitas pembelajaran online perlu melibatkan siswa secara penuh dalam kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya memberikan penugasan kepada peserta didik setelah peserta didik mengakses sumber dan bahan ajar. Peserta didik perlu diberikan aktivitas yang merupakan bagian pendukung dari pembelajaran tetapi sifatnya non tugas. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh guru dengan memberikan link untuk sumber-sumber belajar lain yang dapat diakses peserta didik terkait dengan materi pembeljaran yang sedang dipelajari.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk bekerjasama dengan peserta didik lainnya dalam group kecil untuk melaksanakan kegiatannya.

Gunakan Alat komunikasi yang beragam

Pembelajaran dengan menggunakan aplikasi LMS seperti Moodle memungkinkan guru untuk membangun ruang Cahtting atau ruang discusi dalam bentuk form kepada peserta didik untuk mengomunikasikan materi yang dipelajari. Akan tetapi jika menggunakan aplikasi lain seperti Google Classroom, Moodle dan aplikasi e-learning lainnya membutuhkan aplikasi tambahan untuk memabngun ruang komunikasi.

Pemanfaatan Ruang chating Facebook, Streaming Youtube, Whatsaap Group atau Whechat dan Telegram dapat menjadi alternatif bagi guru. Penggunaan aplikasi ini akan memungkinkan guru dan peserta didik berkomunikasi efektif dalam kegiatan pembelajaran.

Gunakan Aplikasi yang dikuasai

Keberhasilanmembangun pembelajaran virtual menuntut kemampuan digital guru dan peserta didik. Dalam memilih jenis aplikasi kelas virtual biasanya menjadi tanggung jawab dari manajemen sekolah atau perguruan tinggi. Akan tetapi dalam proses pemeilihan tersebut, guru dapat menyiasati dengan membuat panduan praktis tentang pemanfaatan aplikasi kelas virtual yang digunakan sehingga siswa dapat lebih nyaman dalam kelas virtual

Jika kelas virtual yang digunakan tidak dipilih dan ditetapkan oleh manajemen sekolah atau perguruan tinggi, maka guru perlu mempertimbangkan aplikasi yang familiar dan sering digunakan baik oleh guru maupun peserta didik. Hal ini agar guru maupun peserta didik tidak terhambat dalam melaksanakan pembelajaran virtual karena faktor pemilihan jenis aplikasi yang digunakan.

Bagaimanapun pembelajaran virtual tidak bermaksud mengganti pembelajaran konvensional. Akan tetapi bukan berarti semua capaian pembelajaran konvensional tidak dapat dicapai pada saat pembelajaran virtual dilaksanakan. Diperlukan keterampilan guru dalam mendesain pembelajaran, memilih jenis aplikasi, menetapkan jenis aktivitas peserta didik sehingga guru dapat menilai aspek pengetahuan, ketermapilan dan sikap peserta didik pada saat pembelajaran virtual berlangsung.

 

Leave a Reply