Kemarahan ditengah Covid-19

Berdamai dengan Covid-19. Siapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Kesiapan Hidup Pasca Covid-19. Kalimat ini tiba tiba menjadi viral ditengah pandemi Covid-19.

Covid-19 adalah virus yang sama dengan virus lainnya yang menyerang manusia dan dapat mengakibatkan kematian. Pada prosesnya kemudian mau tidak mau kita harus mampu mempertahankan hidup dari serangan Covid, karena Virus ini tidak akan lenyap begitu saja. Lahirnya kalimat-kalimat, hidup baru pasca covid, berdampingan dengan covid, berdamai dengan covid karena kenyataan tersebut bahwa covid sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Sayangnya kalimat ini tidak disertai dengan tindakan yang menunjukkan bahwa kita harus hidup dengan cara dan kebiasaan baru yang lahir karena pengaruh covid. Artinya pembelakuan pembatasan aktivitas juga seharusnya sudah ditiadakan dengan persyaratan tentunya. Tapi kelihatannya hal ini belum terjadi. Hanya terjadi pada wilayah-wilayah tertentu.

Akibatnya muncul kemarahan luar biasa dari kelompok-kelompok yang merasa dirugikan. Seperti pemberlakuan kebijakan sepihak yang berlaku hanya bagi sebagian atau sekolompok orang tertentu. Ada yang protes karena Konser tetap diadakan tetapi jamaah masjid dibubarkan. Pelarangan Sholat jamaah tetapi pasar dan beberapa mall masih terbuka. Pedagang non sembako tidak dibiarkan membuka dagangan, tetapi ditempat lain diperbolehkan.

Kemarahan-kemarahan ini banyak menjadi trend di sosial media. Anggapan adanya siasat terselubung dari pemerintah juga semakin menguat. Siasat untuk meruntuhkan ummat Islam juga semakin kencang. Pembatasan pembatasan yang menurut sebagian orang hanya diberlakukan bagi umat Islam.

Wallahuallam Bisshowab.

Leave a Reply