Ramadhan 2020

Media sosial telah menjalankan fungsinya dengan begitu baiknya. Dahulu saja media sosial telah dengan sukses membuat setiap orang menjaga jarak fisik antara satu dengan lainnya. Momentum hari raya menjadi tak lagi seranum masa lalu. Ada aktivitas luar biasa yang dilakukan sejak Sholat lepas ditunaikan. Saling mengunjungi satu sama lain, hidangan di meja ternikmati oleh para tamu dan salam salaman sebagai pertanda melepas sangkutan psikologis satu sama lain telah terberai. Karena media sosial membuatnya jadi tak ditunaikan lagi.

Media sosial membuat jarak fisik pada interaksi antar sesama. Hidangan sekedar dipajang di media sosial tanpa bisa dinikmati. Selama apapun ditatap, tak akan membuat seseorang menjadi kenyang. Doa dan ucapan selamat memenuhi halaman depan media sosial. Doa berseliweran kemana-kemana, copy-paste, send atau forward ke akun.

Kini media sosial menjadi sumringah. Sosial Distancing dipaksa oleh Covid-19. Pandemi virus yang satu ini memang menjai sebuah ancaman luar biasa. “Penyebab Kematian”. Suasana menjadi mencekam. Mall di tutup, pasar tradisional diatur masa buka dan tutupnya, Warung-warung dibatasi pengoperasiannya, pabrik dihentikan beroperasi, bahkan rumah ibadah menjadi sunyi, tak ada lagi jamaah berdesak-desakan untuk menunaikan kewajiban. “Tak ada yang mau mati” paling tidak tidak ingin mati karena Covid-19. Bukan ingin melawan takdir, tapi ada ikhtiar untuk tetap sehat dan menjalani hidup seperti yang diinginkan.

Ramadhan 2020 datang dengan semarak, meski tak disambut dengan hingar bingar. Tapi sukacita dalam dada setiap pemeluk agama Islam tetap tumbuh. Ramadhan tetap menjadi bulan untuk mengasah kompotensi, ketaatan dan keimanan. Ramadhan tetap menjadi bulan suci yang mengandung pahala besar bagi ibadah yang ditunaikan. Ramadhan 2020 menjadi bulan yang hiruk pikuknya ada di media sosial. Sekali lagi media sosial menjalankan fungsinya dengan begitu baiknya. Menjadi tempat saling mendoakan, saling memberi dan menerima wejangan.

Ramadhan 2020. Ada hati yang sesak oleh sukacita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *