SAMR Model untuk Merdeka Belajar

Integrasi ICT dalam pembelajaran telah menjadi keharusan pada lembaga-lembaga pendidikan baik sekolah maupun madrasah. Kemampuan bersaing antara sekolah juga sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga pendidikan tersebut mengadopsi TIK dalam kegiatan pembelajarannya. Paradigma membangun kelas virtual yang lebih dikenal dengan elektronik learning memang telah dilakukan oleh beberapa lembaga pendidikan yang menunjukkan hasil yang memuaskan. Melalui e-learning, siswa telah difasilitasi untuk dapat belajar secara mandiri sebagai salah satu model pembelajaran abad 21.

Untuk mengadopsi TIK dalam pembelajaran, model SAMR dapat dijadikan sebagai model untuk mengimplementasikan TIK di sekolah atau MAdrasah. SAMR pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Robin Puentedura yang membagi tahapan implementasi TIK kedalam 4 tahapan dengan kualifikasi dan tingkatan yang berbeda.

Tahap pertama adalah tahap Subtitution yang ditandai dengan tahapan penggantian perangkat teknologi komputer dalam menyiapkan, menyusun dan membagikan materi, bahan ajar dan lembar evaluasi.

Tahap kedua adalah Augmentation, yang ditandai dengan tidak hanya melakukan subtitusi pada perangkat TIK tetapi juga sudah menggunakan TIK dalam proses pembelajaran, penilaian dan perolehan umpan balik. Tahap ini sudah menggunakan beberapa aplikasi seperti google form, cloud computing dan sebagainya.

Tahap Ketiga adalah Modification yang ditandai dengan melakukan modifikasi model interaksi melalui kelas virtual dengan memanfaatkan program antar muka seperti google Clasroom dan aplikasi sejenis dimana siswa telah memperoleh bahan ajar dalam bentuk file, e-book, video pembelajaran dan sebagainya

Tahap Keempat adalah Redefenition yang ditandai dengan perubahan aktifitas pembelajaran yang lebih terfokus pada siswa dimana siswa dapat belajar secara mandiri, memperoleh bahan ajar mandiri, mengerjakan projek mandiri dan melakukan diskusi dengan sumber-sumber pertama terhadap penugasan yang diberikan guru.

Model SAMR memberikan gambaran bahwa sesungguhnya konsep merdeka belajar dapat diwujudkan jika dapat mengadosi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.

Sumber:

Puentedura, R. R. (2014c). SAMR, Learning, and Assessment. Ruben R. Puentedura’s Weblog. http://www.hippasus.com/rrpweblog/archives/2014/11/28/SAMRLearningAssessment.pdf

 

Leave a Reply