POLEWALI MANDAR. Balai Diklat Keagamaan Makassar secara resmi menyelenggarakan PKS Pelatihan Kepala Madrasah Angkatan I yang berlokasi di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 27 April hingga 02 Mei 2026 ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi manajerial dan kepemimpinan para kepala madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.Struktur kurikulum dalam pelatihan ini disusun secara komprehensif dengan total durasi mencapai 52 Jam Pelajaran (JP).
Materi pelatihan terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni Kelompok Dasar, Kelompok Inti, dan Kelompok Penunjang. Pada tahap awal, para peserta dibekali dengan penguatan moderasi beragama, pembangunan nasional, serta internalisasi nilai-nilai dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama sebagai landasan etika profesi.Memasuki materi inti yang menjadi pilar utama pelatihan, para peserta mendapatkan pendalaman mengenai model kompetensi kepala madrasah dan analisis implementasi kurikulum berbasis cinta. Fokus pengembangan juga diarahkan pada pembangunan ekosistem belajar yang kondusif serta praktik baik dalam pengelolaan sumber daya madrasah. Selain aspek manajerial konvensional, pelatihan ini juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi melalui materi literasi digital dan strategi rebranding madrasah guna meningkatkan daya saing lembaga di mata masyarakat.

Sesi instruksional dipandu oleh deretan Widyaiswara senior dari Balai Diklat Keagamaan Makassar. Nama-nama seperti Hj. Milawati, S.Ag., M.Pd.I, Dr. Istiati Hatma Mallewai, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Muh. Zainal, S.Ag., M.Pd, bertindak sebagai narasumber utama yang mengawal jalannya diskusi dan simulasi selama enam hari penuh. Keterlibatan para pakar ini diharapkan mampu memberikan wawasan praktis bagi para kepala madrasah dalam membangun jejaring kerja yang lebih luas.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pelatihan ini diakhiri dengan evaluasi program melalui sesi pre-test dan post-test untuk mengukur sejauh mana penyerapan materi oleh peserta.
Selain itu, setiap kepala madrasah diwajibkan menyusun rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan langsung di instansi masing-masing. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada tataran teori, namun membawa perubahan nyata pada kualitas pendidikan madrasah di wilayah Polewali Mandar.