Sikap Moderat

Moderasi beragama menjadi salah satu pilar pembangunan bidang agama di Indonesia. Kementerian agama sebagai institusi induk pembangunan bidang Agama di Indonesia membaca bahwa salah satu elemen utama menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Indonesia melalui penciptaan sikap moderat pemeluk agama.

Indonesia sebagai masyarakat yang multikultural dengan jumlah pemeluk agama yang beragam tentu membutuhkan sikap yang dapat menjamin tidak munculnya clash antar pemeluk agama. Klaim kebenaran agama memang kadang kala menjadi salah satu pemicu terjadinya perseteruan di kalangan masyarakat yang lambat laun akan semakin meluas dan berujung pada konflik kekerasan. Hal ini tentu tidak perlu terjadi, karena bagaimanapun, agama merupakan sebuah sarana yang dapat mengantarkan manusia untuk mencapai kedamaian. Dengan demikian agama seharusnya tidak dapat dijadikan alasan untuk membangun koflik antar sesama manusia hanya karena perbedaan dalam kelaim kebenaran dari agama yang dianutnya.

Salah satu sikap yang harus dibangun oleh setiap individu pemeluk agama adalah menyakini kebenaran agamanya, tetapi tidak boleh menjadikan klaim tersebut sebagai alasan untuk menyalahkan keyakinan atas kebenaran pemeluk agama lain. Artinya dibutuhkan satu sikap penghargaan atas keyakinan dan keimanan seseorang terhadap agama yang dianutnya, dan tanpa menyalahkan. Sikap ini akan melahirkan sikap toleran dalam menjalankan agama.

Jika seseorang memilih satu warna sebagai warna pavorit untuk dirinya, tentu bukan sebuah kesalahan dan menajdi hak mereka untuk menyukainya. Akan tetapi kesenangan terhadap satu warna tersebut tidak boleh dijadikan dasar untuk menyalahkan orang lain yang memilih warna kesukaan yang berbeda dengan dirinya. Karena perbedaan dalam memilih warna jika dipadukan akan menciptakan satu warna lain atau akan membuat warna pernak pernik yang jauh lebih indah.

Leave a Reply