Bulan dan Bintang

media pembelajaranBenarkah bahwa pada malam yang larut, bintang yang tak berhenti berkelip terkesan memaksakan diri memberi cahaya pada gelap malam. Sungguh berusaha semaksimal mungkin untuk menampakkan sinarnya hingga menyapu sisi gelap bumi. Tak pernah lelah dan bahkan bergerombol untuk menyatukan cahaya agar sedikit lebih terang. Di sisi lain, bulan yang memiliki cahaya lebih terang meski sendiri telah juga dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menutupi kilapan cahaya bintang. Semakin bulan meratakan cahaya di permukaan bumi, semakin kerlip bintang berpendar-pendar. Tak mampu nampaknya bulang menghilangkan cahaya bintang meski cahayanya sendiri lebih terang, dan tak juga kuasa bintang mengumpulkan sinarnya untuk menyapu gelapnya bumi seperti bulan.

Allahu Akbar, sungguh Maha Kuasa Allah yang menciptakan Bintang dan Bulan dengan keistimewaan Masing-masing. Sungguh tak sekalipun keduanya menjadi saling bermusuhan karena kelebihan masing-masing. Bulan tetaplah bulan seperti halnya bintang. Masing-masing teguh pada jati dirinya. Tak sekalipun bintang mendekati bumi hingga cahaya lebih terang, dan tak pernah pun bulan menjauhi bumi agar cahayanya lebih meredup dan berkilat seperti bintang. Lalu mengapa keduanya tak pernah keluar dari identitas masing-masing. Takutkah mereka kepada Allah sang penciptanya. Ataukah mungkin karena ketundukan mereka terhadap garis yang telah ditetapkan oleh Allah.

Bilakah kita manusia dapat meneguhkan diri pada identitas kita seperti bintang dan bulan. Pernahkan kita membuang jauh-jauh rasa iri dan dengki karena saudara kita lebih bercahaya. Pernahkah kita membantu mereka memberi cahaya pada orang yang hidupnya lebih gelap dari kita. Ataukah kita tetap menjalani kehidupan sekehendak hati yang justru telah jauh dari garis yang telah ditetapkan oleh Allah. Menjadi naiflah jika makhluk yang benama manusia yang nota bene makhluk sempurna dikalahkan oleh ciptaan Allah yang lain. Tidak dapatkan kita hidup dalam keteraturan, sementara alam ini sebagai bagian dari ciptaan Allah hidup dalam keteraturan.

Mengapa terkadang kita lupa menjadikan seluruh fenomena alam sekitar kita sebagai sebuah perumpaan untuk dijadikan pelajaran. Bukankah Allah telah mengingatkan kita bahwa sesungguhny apada perumpamaan itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. dan pada tanda-tanda kebesaran itu, kita dapat mengambil pelajaran darinya.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah) mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS Al-‘Araf 179)

Semoga kita dapat menjadikannya sebagai media pembelajaran agar kita tidak termasuk dalam golongan yang demikian itu. Amiiiin.

3 Replies to “Bulan dan Bintang”

Leave a Reply