Cara Menyusun Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka menunjukkan pemahaman, wawasan dan pengetahuan penulis terhadap tema artikel yang ditulisnya

Bagian integral dari sebuah artikel ilmiah adalah tinjauan pustaka atau konsep dan teori pendukung artikel. Bagian ini merupakan proses mengidentifikasi, mengkalisifikasi dan menetapkan konsep atau teori yang dapat mendukung penelitian. Paling tidak dapat memberikan awaban secara teorities dari masalah yang diangkat dalam artikel ilmiah.

Sedapat mungkin bahan atau kosep yang ditulis dalam bagian ini adalah yang terbaru atau merupakan kodifikasi dari temuan terbaru. Secara khusus bagian ini menajdi state of art, dan menjadi dasar perumusan hipotesis jika ada da menjadi dasar dalam mengiterpretasikan data empiris penelitian.

Tinjauan ustaka menuntut penulis untuk dapat menilai, mengidentifikasi dan menentukan sumber pustaka yang relevan dan sesuai, melakukan perpaduan dan sintesis dari beberapa pandangan atau konsep yang berbeda. Penulis juga ditntut untuk dapat menentukan sikap terhadap beberapa konsep dan teori yang danggap bertentangan.

Dalam tinjauan ini juga akan dijadikan dasar untuk menyusun kerangka pikir, atau kerangka konseptual. Perlu diingat bahwa masalah yang dimunculkan dalam artikel ilmiah perlu memperoleh dukungan teorities atau menjadi bangunan  framework teori. Framework teori sebenarnya menjadi ruang lingkup dan batasan dari apa yang akan dibahas.

Model yang dikenal dalam menyusun literatur adalah dengan kutipan langsung atau tidak langsung. Dapat pula dilakukan parafrase. Parafrase yang dimaksudkan secara sederhana diterjemahkan sebagai kemampua penulis menyusun kata dan kalimat sendiri tanpa mengurangi makna dari penulis sebelumnya.

Perlu diingat bahwa sepanjang dalam literatur tersebut dituliskan dalam naskah artikel, maka harus tetap menyebutkan sumbernya secara jelas, apakah sumber tersebut berasal dari buku, majalah, atau bersumber dari resources internet.

Contoh sederhana Zainal (2016) berpendapat, atau keyakinan (Mufti, 2015) dan seterusnya. Setelah bagian ini, maka penulis perlu menuliskan kecederungan dan pandangan terhadap apa yang dijadikan sebagai sumber konsep atau teorinya.

Dalam membuat rujukan atau kutipan, perlu penulis memperhatikan teknik penulisan. Hal ini terkait dengan notasi ilmiah dan perlu menyesuaikan dengan template penulisan dimana artikel tersebut diterbitkan. Selain itu, juga perlu diperhatikan struktur dan urutan penyajian teori yang dituliskan dalam naskan. Sedapat mungkin disesuaikan dengan alur dari kerangka pikir atau kerangka teori yang dibangun oleh penulis.

Leave a Reply