Ahhh

sebatang karamenjaga asa tuk bersuayang telah memahat bathinpada gumpalan nelangsa senandung lirih terdengarmengusik ratapan jiwamenikam rayuan sukmapada nurani yang terabai sebaris tangis diiringi senyummengantar tegarnya hatisendiri dalam bayangan (kala engkau pergi untuk kedua kalinya)

Redup

beberapa di atara belenggu-belenggu baja itu tak juga mampir disisi hati meski tapak-tapaknya merajalela khawatir terbiarkan karena terlena belunggulah hati yang sedang sumringah menggejolak hingga mencipta jejeran nafsu-nafsu menyajikan murah meriah di emper-emperan nurani menggeliat buaian birahi belenggu baja itu Read more

Silau Men

kala itu juni sebenarnyakusangka mei padahaltak tau juga pasal apahingga nama bulan tak lagi rapi di ingatan aku sepertilah ayam pejantan, berkokok saat fajar telah dimangsa mentariketika kulihat bulan yang merasa lebih anggun, bertahta pada siang haribersama matahari yang tak Read more

Why Tina…

Berulang lagi jawaban yang sama“engkau menarik bagiku”juga sama saat hanya sekelebat bayanganmelintasinya pada ruang-ruang kalbulalu tanyakanlahapa yang ditinggalkannyapastilah bisunya terpenjara senyum simpulnya hari ini, cobalah dengar jawabannyahati miris karena raguterbata-bata bibir merangkai jawaban wajah berkerut rapi memberi pesan“menyukaiku hari ini Read more

Senandung

senandung itudiliriknya ada cintadi baitnya ada rindu meski syairnya meradangalunannya membiusentah pada ruh siapadia akan mengalun by; uak, Friday, July 10, 2009 at 9:35am

Isyarat

ketika engkau memberi isyarat,hati ini deg-degan, bertanya-tanya.Isyaratmu, memaksa tangan ini meraihmuisyarat itu selalu kutunggu, ketika pagi, siang, malam, subuh sekalipunisyarat itu, selalu kutungguisyaratmu jadi sangat berartientah mengapa setiap saat aku menunggujika isyarat itu hilang, hidup trasa hampa padahal karena isyaratmu,kadang Read more