Ingatlah Baiatmu

tidakkah ada kata usai
menebar pesona kemana-mana
lalu muncul derita orang-orang disekitarmu
cibiran jadi jawaban bagi mereka

lupakah tentang baiatmu
menjadi pahlawan bagi penderitaan
sekarang mengancungkan pedang pada orang-orang lemah
apa yang berkecamuk dalam bathinmu


meskipun kebencian yang mereka pendam dalam
tetap mengulas senyum semanis mungkin
menjaga hatimu tak gundah karenanya
tapi hatimu telah terhijab hingga tak peduli


hidup selalu gelap gulita bagi mereka
tak kuasa menyalakan lampu petromaks didinding lusuh rumahnya
pagi buta telah mandi dengan peluh sendiri
karena hidup tidak diruang yang berskat dan beratap


setiap hari menunggu baiatmu ditunaikan
pada mereka yang tertindas nasib dan taqdir
menanti uluran tangan dari hati tulusmu
yang tak juga kunjung datang hingga detik ini

2 Replies to “Ingatlah Baiatmu”

Leave a Reply