Merencanakan atau sekedar Bermimpi

Ketika sebuah rencana disusun, ada banyak hal yang perlu di telusuri lebih jauh dan jika perlu hingga renik-reniknya. Perencanaan itu kadang kala menjadi bagian yang dianggap sebuah hal yang tidak penting. Meskipun pada dasarnya tidak ada satupun yang melakukan sebuah pekerjaan tanpa diawali oleh sebuah rencana. Bedanya hanya pada persoalan terdokumentasi dengan baik atau tidak. Dalam beberapa literatur dijumpai banyak hal yang menjadi strategi utama sebuah keberhasilan adalah perencanaan. Apalagi jika berkaitan dengan pembicaraan tentang manajemen. Semua pakar manajemen sepakat bahwa perencanaan adalah elemen utama pencapaian sebuah tujuan.

Perencanaan, dalam konteks apapun perlu bersifat Rasional. Sebagus apapun sebuah rencana, tidak akan menjadi penggiring pada pencapaian tujuan, jika tidak Rasional. Apa yang harus rasional? Bagaimana sebuah perencanaan dianggap rasional. Banyak pertanyaan yang muncul pada bagian ini. Sebuah perencanaan yang rasional tidak selalu bermakna masuk akal. Akan tetapi kadangkala sebuah perencanaan disusun berdasarkan beragam faktor yang dapatmendukung sebuah perencanaan berjalan atau tidak. Dengan demikian ada prediksi terhadap lingkungan dimana perencanaan tersebut di buat.

Meminjam pandangan pakar perencanaan bahwa perencanaan sesungguhnya adalah suatu cara “rasional” untuk mempersiapkan masa depan (Becker, 2000). Atau menurut alder (1999) bahwa perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, maka rasionalisasi sebuah rencana menajdi sangat penting. Perlu didahului dengan aanaliss konteks terhadap semua elemen yang dapat mendukung perencanaan tersebut berhasil atau tidak. Dalam segala hal tentunya dengan memprediksi secara tepat masa depan yang diinginkan jika sebuah rencana dapat diselesaikan.

Seorang lelaki menyusun sebuah rencana matang untuk membangun sebuah Usaha yang menjangkau seluruh Dunia, mendirikan cabang dimana-mana, dengan omzet milyaran per tahun. Rencana disusun dengan tahapan yang sangat akurat mulai dari mendirikan perusahaan, merekrut pegawai, membangun kantor cabang mengundang para penananm saham/modal dan seterusnya. Mungkin saja ini sebuah rencana yang matang.  Tapi pertanyaan sederhananya untuk membedakan apakah lelaki ini sedang menyusun sebuah perencanaan matang dan rasional atau tidak lebih dari sekedar bermimpi. “Siapa lelaki ini.

Memang tak ada yang mustahil jika dijalani. Siapapun lelaki ini, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seperti yang direncanakan. TEtpai kadang kala banyak dari lelaki seperti ini yang tidak sedang berencana. Tapi sedang bermimpi.

Wallahuallam

Leave a Reply