Perhatikan 2 hal pokok dalam pembelajaran Tuntas

IQ siswa tidak selamanya menjadi penentu keberhasilan dan kesuskesan dikelas, tetapi faktor pendekatan guru dalam pembelajaran juga berpengaruh.

Konsep belajar tuntas sebenarnya menjadi penegas bahwa kecerdasan atau keberhasilan siswa belajar tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat IQ yang dimilikinya. Belajar tuntas adalah suatu filsafat yang mengatakan dengan sistem pengajaran yang tepat semua siswa dapat belajar dengan hasil yang baik dari hampir seluruh materi pelajaran yang diajarkan di sekolah (Suryusubroto).

Belajar tuntas dapat dipahami sebagai sebuah proses belajar yang menyeluruh mulai dari renik-reniknya hingga tiba pada satu konsep besar dan bersifat umum. Ini menjadi dasar kurikulum yang diabstraksi menjadi standar kompotensi dan kompotensi dasar atau menjadi kompotensi inti dan karakter yang akan dibangun diuraikan secara sistimatis sehingga siswa akan mengikuti alur tersebut untuk memahami satu materi pelajaran.

Setiap siswa diharuskan menguasai satu kompotensi inti sebelum memperoleh pengalaman belajar dan materi baru sebagai lanjutan. Bagi siswa yang gagal menguasai satu unit pelajaran tertentu harus diberikan pelajaran perbaikan.Menurut Morrison (dalam Suryosubroto, 2002:97)

Terdapat 4 cara yang digunakan agar dapat mendeteksi penguasaan siswa pada setiap kompotensi inti tersebut yaitu melalui program perbaikan yaitu:

  1. Mengulang kembali bahan pengajaran,
  2. Menuturkan siswa,
  3. Menyusun kembali aktifitas belajar siswa
  4. Mengadakan perbaikan terhadap kebiasaan siswa dalam cara belajarnya.

Akan tetapi konsep ini perlu di dukung oleh media pembelajaran dan strategi belajar yang tepat agar dapat membantu siswa menguasai kompotensi yang ditetapkan.

Terdapat dua hal yang perlu dipersiapkan secara matang dalam pembelajaran tuntas yaitu:

  1. Merencanakan program-program perbaikan
    Program perbaikan yang direncanakan akan lebih efektif bila penyajian bahan, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan kepada siswa dan motivasinya berlainan dengan semula, dengan cara mengulang kembali tidak menghasilkan hasil yang baik (remedial).
  2. Merencanakan program pengayaan
    Sistem administrasi yang dilaksanakan oleh sekolah sangat menentukan bentuk pengayaan mana yang perlu dilaksanakan. Adapun bentuk program pengayaan menurut Suryosubroto (2002:109) dapat berupa: (a) Memperdalam ataupun memperluas konsep yang telah dipelajari dalam bahan pelajaran yang disajikan (bersifat horisontal dan vertikal), (b) Menambah beberapa kegiatan-kegiatan yang belum terdapat dalam pelajaran pokok dan (c) Memotivasi, menarik dan menantang siswa untuk memperoleh pengetahuan tambahan.

 

Leave a Reply