8 Replies to “aku dan kamu”

  1. ha ha ha ha ha,,,mau di bilang lucu puitiski.mau di bilang puitis lucu ki…bingung.com dech diriku padamu….

    1. Akhirnya diotsping juga tulisan ini, mba Emi Sama seperti pertama baca draft-nya, saya masih sedih baca endingnya, terutama karena tahu sejarahnya *off the record*

  2. Dari beberapa tulisan lainnya yang saya baca, penulis ini tampaknya punya keinginan agar dirinya dianggap kurang lebih sebagai seorang fisosof.

Leave a Reply