Aneh: Manusia merasa lebih dari yang lainnya

manusiaManusia ini memang aneh, jika merasa lebih dari yang lainnya. Sebagai makhluk yang diciptakan dengan disertakan potensi yang sedikit melebihi ciptaan lain, seharusnya tidak membuat manusia merasa menjadi “super power” atas manusia lainnya. Bukankah potensi yang dimilikinya sama saja. Persoalannya adalah bahwa dar sekian banyak potensi itu, terkadang terdapat beberapa yang mampu mengaktualisasikan diri lebih dari pada yang lain. Jika mencoba memperhatikan antara seorang wanita dan seorang lelaki pada dasarnya sama saja jika dilhat dari esensi kemanusiaannya. Meskipun pada bagian-bagian “kodrat” antara keduanya ada perbedaan. Sebutlah wanita yang identik dengan “melahirkan” sementara laki-laki tak mampu melahirkan. Hal ini tidak kemudian menjadikan wanita merasa lebih dari laki-laki. Setiap hal sebenarnya sempurna. Seperti sebuah gelas tentulah dia sempurna sebagai gelas tak tidak kemudian menjadikannya lebih sempurna dari manusia. Atau seekor hewan apa saja pastilah dia sempurnya dalam kapasistasnya sebagai hewan, lalu tidak serta merta menjadikan kesempurnaan itu melebihi kesempurnaan manusia. Sebaliknya pun juga berlaku.

Pikiran-pikiran seperti ini sebenarnya sedikit menggangguku. Bagaiman mnusia dengan potensi akal, kalbu dan raga yang sama lalu terkadang antara sesama manusia, hanya karena perbedaan sedikit saja kemudian merasa lebih dari manusia yang lainnya. Mungkin ini juga benar dari satu aspek. Misalnya seseorang yang berprofesi dokter tentu dianggap melebihi profesi sebagai petani. Meskipun pada esensinya semua sama saja, karena antara dokter dan petani menjalankan profesinya dengan baik untuk tujuan mempertahankan kehidupannya masing-masing. Apa yang kemudian membuat adanya perbedaan-perbedaan itu? Sesungguhnya ini tidak lebih bersumber dari indikator-indikator yang kita gunakan untuk mengukurnya. Kelebihan manusia lain dianggap beda karena menggunakan indikator jumlah penghasilan. Tentulah akan berbeda jumlah penghasilan “Direktur” dengan penghasilan “Bawahan”. Tapi apakah karena perbedaan penghasilan itu kemudian menjadikan satu dari yang lainnya dapat bertindak semena mena terhadap orang lain.

Manusia memang sedikit Aneh. Kadang menganggap dirinya lebih baik dan lebih sempurna dari manusia lainnya. Sementara jika sedikit merunut pada filosofi “manusia terbaik” maka bukankah sebaik baik manusia itu adalah manusia yang paling banyak mendatangkan manfaat manusia dan lingkungannya. Sepertinya jumlah penghasilan tinggi atau rendah tidak mempengaruhi banyak tidaknya manfaat orang tersebut kepada yang lainnya. bahkan bisa jadi akan terbalik. Seseorang bisajadi unggul dalam penghasilan tapi kurang bermanfaat bagi orang lain demikian pula sebaliknya. Hal ini juga sebenarnya yang membuat setiap orang tidak harus merasa rendah diri di hadapan orang lain atau tidak menjadikan seseorang merasa lebih dari orang lain.

Hidup ini sebenarnya kupahami sebagai sebuah bentuk interaksi antara manusia satu dengan lainnya. Tidak akan pernah ada kehidupan tanpa interaksi. Artinya bahwa didalamnya ada sifat saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Logikan sederhana adalah bahwa tidak mungkin seseorang dapat menjalankan profesinya sebagi seorang Direktur Perusahaan jika tidak memiliki bawahan. Demikian pula sebaliknya tidak ada bawahan jika tidak ada atasa.. Tidak ada dokter jika tak ada pasien. Tidak ada pejabat jika tidak ada staf dan tidak ada pemerintah (penguasa) tanpa rakyak.

Dengan demikian sejatinya hidup ini adalah saling menghargai dan menghormati apapun perbedaan yang muncul karena sudut pandang yang kita gunakan untuk membedakannya. Pria atau wanita, kaya atau miskin dan seterusnya, tak lebih perbedaan itu karena indikator yang digunakan untuk mebedakannya. Menjadi benar bahwa sesungguhnya manusia itu sama (paling tidak dimata allah) dan yang mebedakannya adalah Taqwanya (kemampuan mengaktulisasikan diri secara positif bagi dirinya dan bagi orang lain dan lingkungannya).

2 Replies to “Aneh: Manusia merasa lebih dari yang lainnya”

  1. Super banget ini artikel mantap banget menusuk sampai kedalam. dan benar sekali kadang sikap egois selalu datang dimana kita berada dalam posisi yang sedikit lebih nyaman dan lebih beruntung. dan semoga dengan artikel ini kita semua sadar jika kita semua pada dasarnya sama di hadapanNya, hanya akhlaq dan Iman yang membedakan… sampai Jumpa di Artkel berikutnya Di tunggu

Leave a Reply