Bayang Semu

dimana engkau kini
merebahkan badanmu  yang telah semakin rapuh
terkuras usia yang semakin menua
kulit melepuh karena terik matahari

dimana engkau kini
mendendangkan hatimu yang semakin merana
terkikis moral yang semakin bejad
menista diri karena kondisi

di mana engkau kini
berhentilah bersembunyi dari pandangan ku
tampakkan dirimu utuh di hadapanku
karena ada aku yang rindu sosokmu

kemana hendak ku cari
agar kutemukan  lagi wujudmu
yang telah melenakan harapku
pada hidup yang tak ternista

kemana hendak kucari
agar kurengkuh dirimu
merasakan hangatnya tubuhmu
hingga membakar nuraniku

kemana hendak kucari
agar kupeluk dirimu hangat
merasakan lembut getar jantungmu
hingga nuraniku menembus sukmamu

disini…
selalu menyandingkan kata “DIMANA” dan “KEMANA”
selalu tak pernah dapat bertemu
pada satu muara yang menyatukan kita

pada satu malam
aku tak kuasa menemukanmu
meski hanya sekedar
dalam bayang-bayang semu

Leave a Reply