ada amarah menjejak di selubung hati
menghijab logika dan nurani
amarah yang menyemburkan nafsu membara
amarah yang meletup-letup bak lava
menghijab logika dan nurani
amarah yang menyemburkan nafsu membara
amarah yang meletup-letup bak lava
telinga seperti tersulut besi membara
menembusnya hingga pekak
tak kuasa lagi menangkap suara
gendang-gendangnya terbakar hangus
tangan gemetar
sekujur tubuh turut bergetar
karena menahan amarah yang memuncak
seakan mencongkel gunung dari akarnyapun bisa
amarah, meluap-luap tak terbendung
tak kuasa menahan dengan benteng baja sekalipun
karena engkau telah dijadikan perhiasan
seperti pigura emas di dinding rumah