Rumah Hati
dengan senjata terhunus yang kau letakkan dileherkusekali tebas nyawapun melayangmerampok hartabendaku yang paling berhargamembawanya pergi dan tak kaukembalikan lagi dalam kesendirianku merenungi nasibtak guna rasanya hidup lagisejak engkau datang dengan senyuman manismenjadi perampok dalam rumah hatiku
