Rumah Hati

dengan senjata terhunus yang kau letakkan dileherku
sekali tebas nyawapun melayang
merampok hartabendaku yang paling berharga
membawanya pergi dan tak kaukembalikan lagi

dalam kesendirianku merenungi nasib
tak guna rasanya hidup lagi
sejak engkau datang dengan senyuman manis
menjadi perampok dalam rumah hatiku

4 Replies to “Rumah Hati”

Leave a Reply