di hela nafas terakhir

sorot mata itu memudar
kilatan cahaya mulai meredup
tak ada lagi tatapan tajam
pandangan menerawang tanpa batas
seperti langkah tegap yang melemah
gontai diseret tak tentu arah
badan lunglai hingga derapnya tiada

apa yang sedang berlaku
Adakah bathinmu buta
hingga hidup bagaikan gulita
sungguhkah dalam hidupmu
tak ada lagi secuil harapan
hingga rela menutup mata batinmu
lalu terperosok pada kesedihan mendalam

adakah bathinmu lumpuh
hingga tak ada arah melangkah
menelusur jalan tanpa marka
dimana bumi seperti tak kau pijak
benarkah hidupmu tak bertujuan
hingga rela berhenti pada deraan nasib
lalu menyesalinya tanpa akhir

jika saja cinta masih bersemayam pada qalbu
dan rindu bertahta indah dalam ruh
disana tersimpan asa
hingga di hela nafas terakhir

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply