Apa Kata Mereka tentang Banjir

Apa kata mereka tentang Banjir. Maros dilanda banjir Bandang. Volume Air sebegitu besarnya hingga menutupi separuh daratan Kabupaten Maros. Beribu eksperesi unnik dan penuh makna lahir karenanya, tanpa menyepelekan beberapa raut wajah yang kusam, pucat dan sedih karenanya. Seorang bocah dengan raut wajah gembira bermain di tengah rumahnya karena banjir, meskipun ibunya berwajah sedih justru karena banjir. Sebaris anak muda dengan ihlas memberi pertolongan pada mereka yang banjir, dan bahkan kudapati seorang ibu yang menagis karena anaknya terbawa arus. Belum lagi seorang lelaki paruh baya sibuk menyelamatkan harta bendanya dari genangan air. Apa kuasa manusia “Gumamku”. Semua kehendak  Allah.

Apa kata mereka tentang Banjir di Maros. Saat sebagian orang kelaparan diatas kendaraan umum karena tak memperoleh makanan, dan seorang bayi kecil meraung-raung karena kehausan. Belum lagi yang kedinginan karena basah kuyup. Lalu apa kata mereka tentang banjir di Face Book. Nurlaela Malik mengatakan “alhamdulillah,akhirnya tiba juga di makassar,setelah melewati jalan yang penuh dengan genangan air………. adalah bukti bahwa bagaimanapun semuanya terjadi atas ijin Allah dengan bantuan di iringi pawai dont stop komandan…… Belum lagi Ilham Halimsyah menyimpulkan bahwa dampak banjir: warkop kehabisan kopi.

Beberapa yang mengatakan bahwa banjir itu jadi pelajaran, seperti Rahmansyah Jamal “Mencoba melihat sisi positif banjir dan macet, salah faktor penyebab banjir krn wilayah resapan air yg berkurang setelah ramai pembangunan perumahan, ruko dan gedung tinggi, salah satu penyebab macet, karena kendaraan makin banyak, Nah keduanya disebabkan krn tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. bahwa kita tdk punya kesiapan mengantisipasi keduanya dengan regulasi yg cerdas, sistematis , terencana dan berkesinambungan, Itulah tantangan bersama antara masyarakat, pemerintah (eksekutif & legislatif), dunia usaha dan segenap komponen yg mempengaruhinya”. Dari situlah Opiq Pembangkan menemukan hikmah bahwa “Subhanallah… Terharu melihat anak kecil itu yg masih bisa bermain meski rumahx terendam banjir…. Tawa dan candax seketika menhilang’kan kegalauanq d musim hujan ini….”. Lain lagi dengan Abee Se mengatakan keresahannya pada petani karena “sawah pada terendam air, benih padi yg telah dan sementara ditanam pada ga keliatan pucuk daunnya…hm..pencucian yang dilakukan oleh Allah SWt gak pilih merek..Allah sWT gak mo ngeliat ummatNya banyak noda.. Untuk itu Allah SWT melakukan bersih bersih.. kita hambaNYA berserah diri, tawakkal dan Intropeksi diri..

Seorang warga maros yang bermukim di Jakarta Hìldà Ñirwaña mengingat betapa sebuah penganan harus menjadi hal pertama diingat saat banjir “Di maros lg menjamur kolam renang gratis…. Roti maros jd tenggelam 😀 dan Arief Eko Wahyudi mengungkapkan rasa simpatinya dengan “Turut beduka atas bencana banjir yang melanda Makassar, Maros dan daerah SulSel lainnya yang 3 hari ini dilanda banjir. Ada hal menarik dari kata mereka tentang Banjir seperti Achya Ten-ten “Buat korban banjir… Sedih itu boleh.. tapi sehari aja, jangan sampe berlarut2 kayak kue lapis . paham ? sebagai bagian dari hal yang harus di interospeksi manusia menurut Nhonaa Jrocks Natural jika Kemaren wktu tgal 31 manusia menyerang langit dengan petasan, sekarang langit membalas dengan menyerang manusia pake air. #Ampuni kami Ya Allah.Swt dan dibenarkan oleh MarLyna Tamang jika pada tanggal ‎01-01-2013 seLuruh dipenjuru dunia menembakkan api keLangit,,, tiba saatx Allah menyiram api itu dngn hujan yg menimbuLkan bencana dimana2,,, salah siapa??? Tak Lain ialah salah manusia sndr yg telah merusak alam,,, mari mengoreksi diri masing2 kawan,,,.

Apapun kata mereka tentang Banjir, manusia perlu sadar bahwa semua upaya yang telah dilakukannya akan berpulang pada kehendak Allah SWT. Rarah Irwansyah menyarankan untuk senantiasa mengingat Allah dengan berdo’a Bacaan Doa Ketika Menghadapi Kesulitan “Allaahumma rahmataka arju, fala takilnii ilaa nafsii tarfata ‘ainin wa aslih li sya ‘nii kullahu laa ilaaha illa anta” Arti Doa Ketika menghadapi Kesulitan “Ya Allah, aku sangat mengharapkan curahan rahmat-Mu, maka janganlah Engkau menyerahkan urusanku pada diriku sekejap mata pun, dan baguskanlah segala keadaan bagiku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. (H.R. Abu Daud)” semoga ini menjadi cobaan bagi kita semua dan dapat diterima dengan ihlas tanpa mempersalahkan siapa-siapa. Dan bahwa bencana Alam apapun bentuk menjadi tanggung jawab kita semua sebagai manusia biasa.

Semoga mengispirasi.

2 Replies to “Apa Kata Mereka tentang Banjir”

Leave a Reply