ESQ Ary Ginandjar Sesat?

ESQ Ari Ginandjar

ESQ Ary Ginandjar Sesat? tiba-tiba gempar berita menyangkut ESQ yang sempat menjadi primadona luar biasa di Indonesia. Bahkan Buku yang dikarang Ary Ginandjar menjadi Buku Best Seller. Tapi betulkan ajaran dan faham terhadap Islam dalam buku yang dilengkapi dengan pelatihan itu Sesat. Bagaimana tangapa Ary Ginandjar tentang Hal ini. Dan tentu bagaimana harusnya para alumni ESQ bersikap. Di Indonesia Puluhan bahkan ratusan orang telah mengikuti pelatihan ESQ, baik di Perusahaan, Instansi pemerintah. Bahkan beberapa Kabupaten Kot amenjadikannya sebagai salah satu Program penting untuk meningkatkan kualitas Spritual para pegawai. Termasuk pegawai di Kabupaten Maros.

Pada awalnya memang banyak yang meragukan hasil dari ESQ yang secara nyata tidak signifikan terhadap prilaku dan tabiat para alumninya. Paling tidak hanya bertahan beberapa saat. Bahkan dalam beberapa model pelatihan yang dilakukan memiliki banyak kemiripan dengan proses “Bai’at” di beberapa oraganisasi kader Islam. Tapi akhirnya fenomena ini menjadi bumerang. Akhirnya dugaan sebagian orang Indonesia bahwa “Ajaran” ESQ Ary Ginandjar memiliki banyak kelemahan. Sebenarnya terlepas dari semua kelemahan tersebut, marilah kita sejenak menelusuri bagaimana “Semaraknya” Islam dengan Pelatihan ESQ. Tentu terlepas dari Fatwa Mufti Persekutuan Malaysia (Voa-Islam.com)tanggal 10 Juni 2010, dan dirilis dalam situs resmi pemerintah Malaysia www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010) yang memutuskan dan memfatwa bahwa ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.

ESQ Ary Ginanjar Sesat di mana?

Terdapat beberapa hal yang dianggap sangat rentan mengaburkan faham ajaran Islam yang sebenarnya diantaranya adalah

  1. Kekeliruan dalam memberikan Makna Tauhid, dan bahkan dianggap cenderung mengedepankan Tauhid Rububiyah saja yang menekankan pada kebesaran Allah swt. Sesungguhnya ini benar meskipun tidak lengkap karena Ajaran Tauhid juga mencakup di antaranya Tauhid Uluhiyah dan seterusnya. Seperti misalnya tentang makna “Keberadaan” Tuhan yang dinisbahkan dalam hati sementara keterangan Hadits dari Aisyah RA. yang bertanya kepada Rasulullah apakah beliau melihat Tuhan di Sidratul Muntaha. Lalu Rasulullah menjawab, “Cahaya, bagaimana aku melihatnya?” meskipun Ahlussunnah menyatakan bahwa tuhan dilihat dengan mata Hati. Hal ini juga sebenarnya bertentangan dengan logika berpikir kita bahwa bagaimana mungkin seseorang dapat melihat sesuatu yang tidak berada dalam Dimensi yang sama dengan manusia.
  2. Ari Ginandjar banyak mengutip Hadits yang tidak jelas apakah Hadits tersebut Sahih atai tidak, dan bahkan banyak menggunakan Hadits Palsu. Hal ini juga memang sangat memungkinkan karena Ari Ginandjar tidak memiliki latar belakang pengetahuan hadits yang mumpuni (Bukan ahli Hadits.
  3. Terlalu mudah menerjemhakan asmaul husna sementara sebagian dari makna yang dikemukakannya sangat bertentangan dengan maksud Al-Qur’an. Ini juga menjadi wajar karena Pak Ary ginandjar juga bukan ahli Tafsir.

ESQ Ary Ginandjar Sesat? Bagaimana Tanggapan Ary Ginandjar?

Bagaimana tanggapan Ari Ginandjar terhadap fatwa ini. Meskipun pada awalnya menolak akan tetapi seperti diberitakan oleh Voa-Islam Ary Ginanjar menerima semua koreksi yang ditujukan kepadanya dan berjanji akan melakukan perbaikan atas kekeliruannya. Seyogyanya Ari ginanjar dalam menyebarkan ajaran Islam dalam model yang dipahaminya tetaplah menggunakan Tafsir al-Qur’an ataupun Hadits yang Sahih. Dan tentu orang sekaliber Ari Ginadjar tidak mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dan revisi terhadap kajian yang muncul dari nalarnya sesuai dengan keterbatasan pengetahuan keagaamaan yang dimilikinya. Disamping itu, manajemen penyebaran dan pelatihan ESQ hendaknya sedikit dijauhkan dari kesan “Highcalass”, project oriented, atau yang sejenisnya.

Benarkah ESQ Ary Ginadjar Sesat?

Perlu analisa mendalam terhadap persoalan ini. Jika mendudukkan ESQ sebagai sebuah praktek keagamaan, maka sesuangguhnya ESQ adalah sesat (ESQ sebagai Agama ad.) akan tetapi jika ESQ didudukkan sebagai salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas SDM dengan pendekatan Agama tentu ESQ tidak sesat. Demikian kurang lebih yang diungkapkan Din Syamsuddin kala itu. Bagaimanapun juga ESQ adalah sebuah warna baru dalam proses Dakwah. Jika merujuk pada kriteria sesatnya sebuah ajaran dalam konteks ajaran Islam, maka sesuatu itu (ESQ) tidak boleh menganggap Ada pemaknaan “Tuhan” yang mengarah kepada Syirik. Sepanjang jauh dari pemaknaan syirik maka hal tersebut di benarkan. di samping itu juga tida menunjuk dan mengangkat Satu “orang” sebagai nabi dan Rasul, maka hal ini juga tidak dibenarkan. Meskipun dalam tataran tertentu kadang sangat dekat dengan “kultus Individu” yang juga sangat dekat dengan Syirik. Dua kriteria ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk tidak segera memfonis ESQ sebagai sebuah aliran yang sesat.

Semoga

4 Replies to “ESQ Ary Ginandjar Sesat?”

  1. selain AlQuran dan hadist (sahih) bacalah dengan hati2…kata temanku.
    mengenai interpretasi mengenai isi Surah dan hadist butuh penjelasan lebih lanjut, Tidak semudah memberikan komentar terhadap masalah tertentu yang tidak ada ada hubungan dengan Quran dan Hadist.

  2. Menelaah situasi tanpa punya dasar yang kuat seperti Ari Ginandjar tadi bagaikan Rumah dengan pondasi dari kayu, semakin lama akan lapuk dan ketahuan kesahihannya… Dasar dari Al Quranul Qarim tentu tidak dapat di ragukan namun dalam dunia hadist terdapat hadist yang kurang kuat bahkan ada hadist yang tergolong palsu, ESQ yang digolongkan kepada highclass memang perlu kajian mendalam mengenai dasar-dasar yang diambil sebagai patokan dalam membuat dan merilis buku apalagi berhubungan dengan agama, karena agama cukup rentan jika dasarnya masih abu-abu

  3. SUDAH JELAS ‘AGAMA YANG DIRIDHAI ALLAH ITU ISLAM” SEDANGKAN ESQ SEPERTINYA KAUM LIBERAL, SYIAH, JIL MENGANGGAP AGAMA ITU SEMUANYA SAMA, JELAS INI PAHAM SUFI SESAT MENYESATKAN. KALAU ADA PEMBELAAN TERHADAP AGAMA ESQ INI PALING TIDAK ITU ADALAH DARI PENULIS BAYARAN, DAN DARI KADER ESQ YANG DIBAYAR TANPA TAHU DALIL DAN MAKNA YANG PEMIKIRANNYA SAMA DENGAN ARY GINANJAR A.

    ADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH AJAH BELUM KITA KUASAI INI DATANG DENGAN METODE YANG MENURUTNYA BARU PADAHAL JAUH DARI SUNNAH RASULULLAH SALLALLAHUALAIHIWASSALLAM, PARA SAHABAT, TABI’IN, TABI’UT-TABI’IN DAN ULAMA SHOLEH KONTEMPORER DULU DAN SEKARAN. ESQ JELAS SESAT

Leave a Reply