0

Media Pembelajaran Jaring-Jaring Kubus dan Balok

Laporan penyusunan dan pembuatan Media Pembelajaran Jaring-Jaring Kubus dan Balok, yang dirancang dan dibuat dengan berbahan dasar sederhana seperti barang bekas dapat digunakan guru untuk mengajar. laporan dan penggunaan media sebagai berikut:

Identitas Media
 

  1. JUDUL/NAMA MEDIA           : JARING-JARING KUBUS DAN BALOK
  1. SATUAN PENDIDIKAN          : MTs/SMP
  2. KELAS SASARAN                      : KELAS VIII
  3. MATA PELAJARAN                 : MATEMATIKA
  4. POKOK BAHASAN                    : BANGUN RUANG SISI DATAR
  5. SUB POKOK BAHASAN           : JARING-JARING KUBUS DAN BALOK
  6. IDENTITAS PENYUSUN        : Nila Sari Latif S.Pd.
  7. SUMBER BIAYA                       : MANDIRI
  8. BIAYA YANG DIGUNAKAN       : Rp. 50.000,00

PENGANTAR

Pendidikan sangat berperan penting dan paling banyak memberikan pengaruh positif terhadap banyak aspek kehidupan manusia. Pengaruh pendidikan dalam kehidupan manusia sangat mudah kita lihat serta kita rasakan secara langsung dalam perkembangan kehidupan masyarakat, kelompok sampai kepada setiap individu. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan bertaqwa serta memiliki kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pendidikan pasti berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, sehingga keberhasilannya sangat bergantung pada manusia pelaksana pendidikan. Pelaksana pendidikan yang paling vital adalah guru dan siswa.

Guru sebagai pelaksana pendidikan harus memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan pengajar, antara lain kemampuan dasar tersebut adalah strategi dan metode pembelajaran. Selama ini metode yang paling sering digunakan guru dalam proses belajar mengajar adalah metode ceramah. Selama ini, metode ceramah selalu dianggap paling efektif, praktis dan mudah, karena tidak memerlukan banyak persiapan. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah guru lebih mendominasi dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa kurang aktif. Selain itu siswa cepat bosan sehingga akan kesulitan mengkaji teori yang diberikan, para siswa kurang mengerti untuk apa mereka belajar dan apakah mereka butuh belajar hal tersebut. Proses belajar mengajar ini akan sulit untuk diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Apalagi dalam belajar matematika, siswa diharapkan lebih termotivasi dan tidak cepat bosan yang diharapkan memberi pengaruh positif pada hasil belajarnya.

LATAR BELAKANG

Pembelajaran berkaitan dengan usaha guru dalam menciptakan kondisi terjadinya belajar siswa. Usaha tersebut tidak terlepas dari proses pemaduan komponen-komponen pembelajaran yang saling berpengaruh satu dengan yang lainnya. Proses pembelajaran  adalah proses komunikasi antara guru dengan siswa. Guru sebagai “komunikator” menyampaikan materi pembelajaran yang di dalamnya terkandung pesan kepada siswa sebagai “komunikan”. Dalam menyampaikan pesan yang terkandung di dalam materi kepada siswa, guru menggunakan “media” sebagai penghantar.

Untuk itu sebagai seorang guru memerlukan media sebagai alat penghantar yang diperlukan betapapun sederhananya, misalnya “suara guru” dalam berceramah. Alat penghantar itu sangat beraneka ragam. Rentangannya dari yang sangat sederhana dan konvensional sampai kepada yang kompleks dan canggih, dari suara guru sampai kepada TV dan computer, dari papan tulis sampai kepada teleboard dan LCD Projector. Sehingga penulis berharap dengan adanya media yang akan dibuat maka penyampaian materi pembelajaran dapat tersampaikan dan dimengerti oleh siswa

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : ”Apakah melalui penggunaan media jaring-jaring kubus dan balok maka siswa dapat membuat dan menjelaskan pengertian jaring-jaring kubus dan balok dengan benar?”

TUJUAN

Pembuatan media ini bertujuan agar siswa-siswi dapat menjelaskan pengertian jaring-jaring kubus dan balok serta dapat membuat jaring-jaring kubus dan balok dengan benar.

MANFAAT

Bagi siswa: akan memberikan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi kepada siswa untuk dapat lebih giat dan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan dalam menyelesaikan tugasnya sehingga akan memungkinkan peningkatan pada hasil belajarnya.

Bagi guru: sebagai pertimbangan dan motivasi untuk dapat membuat media pembelajaran yang lebih banyak dan lebih bervariasi lagi.

Bagi sekolah: akan memberikan bahan informasi untuk dapat membenahi dan meningkatkan proses belajar mengajar khususnya di MTs DDI Hasanuddin Kab. Maros berbasis media hasil produksi guru.

TEORI PENDUKUNG

Berbagai definisi media pendidikan/pembelajaran sebagai berikut: Arief S. Sadiman, dkk. (1984), mengemukakan bahwa “media” berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar”. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.

Gerlach dan P. Ely (1971), mengartikan media pembelajaran dalam arti luas dan sempit. Media dalam arti luas yaitu orang, material atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan pelajar dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang baru. Dalam pengertian ini, guru, buku, dan lingkungan sekolah termasuk media. Sedangkan dalam arti sempit yang dimaksud dengan media ialah, grafik, potret, gambar, alat-alat mekanik dan elektronik yang dipergunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi visual atau verbal. Setiap mediun adalah alat untuk mencapai suatu tujuan.

Oemar Hamalik (1980), mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Robert M. Gagne (1970) menggunakan istilah media instruksional untuk menunjukkan berbagai macam komponen lingkungan belajar yang dapat menimbulkan peransang untuk siswa (pebelajar), dengan kata lain, yang menyebabkan terjadinya komunikasi dengan siswa. Termasuk dalam pengertian ini adalah guru, objek (benda), berbagai macam alat mulai dari buku sampai televise dan computer, yang secara umum mempunyai fungsi memberikan input kepada murid.

Yusufhadi Miarso (Umar Tirtaraharja, 1994), dikemukakan bahwa media merupan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar.

Secara umum, media berarti berbagai medium (Latin = medius) berarti tengah. Medium diartikan sebagai perantara, pembawa, penghantar atau saluran. Dalam proses belajar membelajarkan, guru dapat menggunakan media yang ada pada dirinya (bahasa guru), dapat pula menggunakan media yang ada di luar dirinya. Dengan hanya menggunakan media yang ada pada dirinya untuk menyampaikan konsep abstrak, sering sulit dipahami oleh siswa-siswanya, meskipun mungkin diulang-ulangi. Maklum, bahasa sering kurang komunikatif, sekalipun bagi guru yang bahasanya cukup komunikatif. Dengan mendayagunakan media di luar diri guru secara tepat, penyampaian pesan akan lebih efisien dan efektif daripada jika hanya menggunakan media yang ada pada dirinya.

Banyak batasan yang diungkapkan orang tentang media.  Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology [AECT]) memberi batasan bahwa media adalah semua bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.

Gegne (1970) menyatakan bahwa:  “Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar”. Pengertian media yg dpt disusun dengan mengacu pada batasan di atas adalah: “Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan berupa informasi yang mengandung maksud tertentu dari sumber ke sasaran informasi. Mampu merangsang perasaan, pikiran, minat dan perhatian sasaran terhadap maksud yang terkandung di dalam informasi yang disampaikan oleh sumber informasi.

METODE PEMBUATAN

Persiapan: Alat dan bahan; desain, gambar dan dimensi

Alat dan Bahan: model-model kubus dan balok dari bahan limbah, karton, gunting, mistar, perekat dan alat tulis.

Prosedur pembuatan;

-          Mendesain gambar model jaring-jaring kubus dan balok
-          Memperhatikan model kubus dan balok yang telah disiapkan
-          Menggunting model kubus dan balok tersebut sepanjang tiga rusuk pada sisi atas dan empat rusuk pada sisi tegaknya.
-          Meletakkan bidang hasil guntingan dari model kubus dan balok tersebut sehingga diperoleh rangkaian bangun datar.
-          Menggambar hasil guntingan model kubus dan balok kedalam karton menurut bentuk jaring-jaringnya
-          Merekatkan model kubus dan balok yang telah digunting diatas karton.

Uji Coba: Validasi – ujicoba – revisi – ujicoba2 dst

Sosialisasi dan publikasi: Prosedur  Penggunaan Media; Dari media yang telah dibuat bersama siswa, maka guru dapat mengantar siswa untuk menemukan pengertian jaring-jaring kubus dan balok, menggambar model jarring-jaring kubus dan balok dalam bentuk lain. Dan tentunya siswa telah dapat menggambar sekaligus membuat jaring-jaring kubus dan balok itu sendiri

HASIL PEMBUATAN

 

Hasil Pembuatan Media Jaring-Jaring Kubus dan Balok

PENUTUP

Kesimpulan:

  1. Media pembelajaran merupakan sarana perantara yang menjembatani lalu lintas informasi antara sumber informasi (pendidik) dan sasaran informasi (peserta didik).  Media yang baik adalah yang mampu memindahkan seluruh informasi dari sumber informasi ke sasaran informasi tanpa cacat.
  2. Pertimbangan penggunaan media oleh tenaga pengajar ketika mengajar, yaitu agar dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan atau menekan atau meminimalkan kondisi belajar yang tidak diinginkan serta sesuai dengan kondisi belajar yang sengaja disetting.
  3. Dari media yang telah dibuat bersama siswa, maka guru dapat mengantar siswa untuk menemukan pengertian jaring-jaring kubus dan balok, menggambar model jarring-jaring kubus dan balok dalam bentuk lain. Dan tentunya siswa telah dapat menggambar sekaligus membuat jaring-jaring kubus dan balok itu sendiri.

Saran :

  1. Kepada pihak guru/pendidik hendaknya mencoba atau menerapkan penggunaan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran ke siswa mengingat manfaat penggunaan media tersebut.
  2. Bagi guru yang menggunakan media pembelajaran pada satu sub pokok bahasan perlu meninjau penggunaannya untuk sub pokok bahasan lainnya, bila tidak relevan maka perlu membuat media pembelajaran yang lain.
  3. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media pembelajaran, guru harus tetap berfungsi sebagai pemimpin, fasilitator, dan motivator agar siswa dapat lebih aktif dalam belajar.

DAFTAR BACAAN/DAFTAR PUSTAKA

  • Buku teks matematika VIII Ganeca
  • Ruslan. 2010. Media Pendidikan (Makalah) disajikan pada Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Limbah, ILP-Yasim, dikantor ILP Yasim Makassar
Filed in: Artikel, Pendidikan Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Submit Comment

© 2014 Uak Sena. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Support by Manfaat Internet.
DMCA.com