MSDM dan Kompetensi ASN

Keberhasilan pemerintah dalam pelayan publik sangat ditentukan oleh kompotensi yang dimiliki oleh Aparatur Sipil Ngara. 

Pemerintah sebagai salah satu faktor penentu proses pembangunan memerlukan pembinaan terhadap aparatur negara agar memiliki kompotensi profesional yang memadai. Faktor manusia dari sejak dulu merupakan modal utama untuk mencapai keberhasilan suatu organisasi pemerintah mencapai tujuan pembangunan.

Dalam persfektif organisasi, manusia adalah sumber daya yang dinamis, bukan sumber daya yang statis (Nimran, 2000:02) bahwa “Assets make thing possible, people make thing happen memang benar oranglah yang membuat barang-barang dan jasa yang bernilai bagi suatu bangsa dan hasil-hasil yang bernilai itulah yang menentukan kesejahteraan dan taraf hidup suatu masyarakat.

Menguraikan sumber daya manusia, tidak lepas dari manajemen sumber daya manusia itu sendiri, adapun pengertian manajemen sumber daya manusia. Menurut Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Kebanyakan Pemerintah Daerah, masih menempatkan pegawai tidak berdasarkan kompotensi yang dimiliki ASN sehingga gagal menyesuaikan diri dengan tugas dan pekerjaannya.

Manajemen sumber daya manusia menjadi bentuk usaha mengarahkan dan mengelola sumber daya manusia di dalam suatu organisasi agar mampu berpikir dan bertindak sebagaimana yang diharapkan organisasi. Organisasi yang maju tentu dihasilkan oleh personil/pegawai yang dapat mengelola organisasi tersebut ke arah kemajuan yang diinginkan organisasi, sebaliknya tidak sedikit organisasi yang hancur dan gagal karena ketidakmampuannya dalam mengelola sumber daya manusia.

MSDM merupakan aktivitas-aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan agar sumber daya manusia di dalam suatu organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Dari seluruh sumber daya yang tersedia, sumber daya manusia memiliki akal, perasaan, keinginan, ketrampilan, daya dan karya.

Majunya teknologi, berkembangnya informas,i tersedianya modal dan bahan, akan sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuanya bila sumber daya manusia tidak diperhatikan atau ditelantarkan. Ini ditegaskan (Hasibuan, 2011 :10) terkait dengan Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien, membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat “

Sementara (Simamora, 2004 : 4) menyebutnya sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok karyawan, juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karir, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik.

Pegawai negeri sebagai sumber daya manusia yang berada di sektor pemerintahan turut bertanggung jawab atas keberhasilan dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional sehingga kedudukan dan peranan pegawai negeri sipil sangat penting sebagai pelaksana dari usaha kegiatan pemerintah.

Tipologi pegawai negeri sipil yang di harapkan dalam rangka upaya mencapai tujuan nasional menurut UU No.43 Tahun 1999 pasal 1 tentang pokok-pokok kepegawaian pegawai negeri sipil adalah setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat yang di tentukan diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas negara lainnya dan di gaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kesseiman, Wood dan Hagen (1994) meneliti Personal Placement to level of job satisfaction, menemukan pelaksanaan penempatan pegawai dapat dilaksanakan dengan baik karena untuk setiap jabatan sudah didasarkan pada persyaratan jabatan. Sedangkan kondisi kepuasan kerja pada umumnya cukup baik dengan bukti bahwa jarang ada keluhan dari karyawan.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa baik pelaksanaan penempatan pegawai maupun kondisi kepuasan kerja sudah cukup baik.

Benyamin dan Pentand (1995) dengan judul penelitiannya tentang How Development supervision and Performance management improve effectiveness, menemukan adanya variabel yang signifikan yang berhubungan langsung dengan prilaku dan partisipasi pekerja untuk mendapatkan dukungan dari supervisor dan kelompok.

Sedangkan variabel yang berhubungan secara tidak langsung dengan perilaku yaitu kepuasan kerja, kesesuaian harapan kesempatan atau promosi perlu adanya campur tangan supervisor. Jadi manusia harus belajar/learning yaitu proses yang tidak ada habisnya dalam mengubah diri dari keadaan semula (Soesiana, 1999:4)

Pembinaan sumber daya manusia dalam hal ini adalah pegawai mencakup semua usaha yang dilakukan untuk mempersiapkan seseorang menjadi manusia seutuhnya, mampu berfikir logis dan rasional serta mampu melaksanakan fungsi sebagai makhluk Tuhan, insan ekonomis, insan social, warga negara, dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Pembinaan menjadi sesuatu usaha yang secara sadar dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan baik teoritis, konseptual, keahlian maupun sikap dan mental. Untuk itu pembinaan harus dilakukan secara terus menerus karena merupakan suatu proses yang lama untuk meningkatkan potensi seorang pegawai.

Suatu organisasi khususnya organisasi pemerintah, sudah tiba masanya harus memikirkan peningkatan kompotensi sumber daya manusia agar mampu memberikan kontribusi kepada organisasi, dan penting untuk mempertimbangkan pemberian penghargaan bagi pegawai berdasarkan kontribusi yang diberikan pada organisasi.

Leave a Reply