Akreditasi sekolah untuk Mutu

Peningkatan standar penilaian Akreditasi S/M tahun 2017 menjadikan akan menyulitkan Sekolah/Madrasah mencapai kualifikasi bermutu 

Kebijakan pemerintah tentang pentingnya peningkatan mutu pendidikan tidak boleh hanya menjadi isapan jempol belaka. Keinginan tersebut, sudah tersambut baik oleh lembaga independen BAN S/M untuk menetapkan standar mutu pendidikan. Penetapan mutu ini diperuntukkan kepada Sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK agar setiap tingkatan pada lembaga pendidikan tersebut harus mampu memenuhi standar minimal pengelolaan sekolah/madrasah.

Kecenderungan selama ini bahwa proses akreditasi dalam rangka memenuhi 8 Standar nasional yang ditetapkan oleh BSNP tidak serta merta dapat menjadikan sekolah/madrasah menjadi bermutu.

Hal ini karena tugas BAN dan BAP di tingkat provinsi adalah mengelompokkan sekolah/madrasah pada kualifikasi pemenuhan standar minimal yang dipenuhinya. Hal ini berarti bahwa terdapat kekurangan yang dimiliki sekolah/madrasah dalam peroses penilaian tersebut. Ini menjadi tanggung jawab pemeritnah untuk memenuhinya.

Sisi lain, pelaksanaan akreditasi untuk 2017 kedepan BAN dan BAP menggunakan standar yang lebih tinggi dari standar sebelumnya. Misalnya rentang nilai sekolah/madrasah terakreditasi A berada pada rentang nilai 91 – 100 yang berarti sekolah tersebut menjadi sekoah bermutu.

Peningkatan tersebut di harapkan akan merubah mind set sekolah madrasah selama ini , bahwa jika telah memperoleh nilai A sudah memenuhi kualifikasi sekolah madrasah terbaik dan tak memiliki kekurangan. Sementara nilai tersebut dimaksudkan adalah sekolah/madrasah baru memenuhi stadar minimal kelayakan sekolah/madrasah.

Selian itu beberapa komponen penilaian juga berubah. Pada tingkat SD/MI pada Standar Pendidik dan tenaga kependidikan hanya diperuntukkan bagi calon Guru dan Guru yang memiliki latar belakang pendidikan S1 dari  jurusan PGSD/PGMI/Psikologi. Ini membutuhkan kebijakan pemeritnah, khususnya pemerintah daerah agar dapat menyesuaikan dengan stadar yang ditetapkan BAN tersebut.

Semua guru di  tingkat SD/MI yang berasal dari jurusan LPTK umum harus diganti oleh guru dengan latar belakang pendidikan S1 dari  jurusan PGSD/PGMI/Psikologi.

Standar ini tidak boleh lagi diturunkan, meskipun pada akhirnya banyak SD/MI yang tidak memenuhi kualifikasi kelayakan lembaga pendidikan. Ini menjadi masukan pemerintah untuk segera menyesuaikan kebijakan terkait dengan pengelolaan sekolah.

Leave a Reply