Perlukah penulis menjadi parafrasis

parafrase

Menjadi penulis perlu menjadi prafrasis yang memiliki keterampilan membuat parafrase dalam membuat rekonstruksi konsep atau teori.

Menulis dibutuhkan beberapa keterampilan. Salah satunya adalah keterampilan membuat parafrase dari sebuah teori atau konsep. Biasanya parafrase dilakukan penulis saat menyusun atau merekonstruksi TEori dalam tinjauan pustaka sebuah tulisan ilmiah.

Untuk membangun konsep atau teori yang melandasi sebuah penelitian, pasti berasal dari sumber pustaka baik dari buku, majalah, jurnal ilmiah, surat kabar dan sebagainya. Termasuk dalam hal ini sumber dari internet seperti e-book, prosiding, seminar dan sebagainya.

Parafrase dalam makna sederhana selalu merujuk penggunaannya pada puisi atau karya sastra. Parafrase dari puisi menjadi prosa tanpa membuang makna aslinya.

Dalam pengertian umum khususnya dalam istilah linguistik parafrase bermakna pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya (Wikipedia)

Bagi penulis keterampilan membuat prafrase sangat dieprlukan, agar dapat menghindari diri dari kesalahan penafsiran dan membuang makna sebenarnya pada saat melakukan pengutipan tidak langsung dalam pengutipan.

Untuk dapat membuat parafrase seorang parafrasis perlu terlebih dahulu benar-benar memahami tiga aspek dari yang akan diprafrase yaitu aspek ontologi, episitimologi dan aksiologinya, sehingga tidak menghilangkan makna atau arti yang dimaksudkan oleh sumber. Penulis dapat mengidentifikasi beberapa kata kunci terkait dengan hasil bacaan untuk kemudian merekonstruksi ulang bahasa yang digunakan.

Perlu di ingat bahwa meskipun konsep atau teori yang dikutip tersebut diparafrase, penulis tatap wajib mencantumkan sumber bacaannya.

Sebagai contoh yang paling mudah adalah
“Rudi memperhatikan Andini sambil mengangkat kaki kirinya di atas meja”. Kalimat ini dapat diparafrase secara sintaksis menjadi “Rudi mengangkat kaki kirinya di atas meja sambil memperhatikan Andini”.

Jadi penulis perlu memiliki keahlian dalam sintaksis untuk memparafrase sebuah kalimat. Yang pasti dalam satu kalimat, akan banyak kemungkinan parafrase yang dapat dibuat oleh penulis.

Leave a Reply