e-Government dan Pelayanan Publik

Featured

e-Government menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif, dan ini telah diterapkan di beberapa negara-negara maju dalam bidang pemerintah sejak tahun 1990-an (OECD 2003). e-Government dalam bidang pemerintahan digunakan untuk memberikan pelayanan publik khususnya berkaitan dengan penyediaan informasi publik melalui fasilitas online. Informasi publik dan pelayan publik ini juga terkait dengan pengumpulan masukan dari masyarakat terhadap kebijakan tertentu (Demchak dkk, 1998;. Demchak dkk, 2000;. Welch dan Wong 2001, Wong dan Welch 2004). E-government sering dianggap sebagai sarana untuk mempromosikan secara lebih efektif hubungan-hubungan antara intra dan intergovernmental (Ho 2002; Moon 2002).

Pemanfaatan fasilitas e-government merupakan akibat dari perkembangan tekhnologi informasi. Konsep dasar e-government mengacu pada Terminologi paling sederhana yaitu segala sesuatu yang menyangkut pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menjangkau seluruh fungsi-fungsi kepemerintahan. Hal ini juga di maksudkan agar dapat menjadi media untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat oleh pemerintah. Sebuah proyek bersama menyangkut e-government secara global dilakukan oleh American Society for Public Administration (ASPA) dan United Nations Division for Public Economic and Public Administration (UNDPEPA 2011) melakukan pengukuran terhadap kehadiran website yang terdiri dari lima tahap perkembangan yang berbeda pada   egovernment, yaitu: (1) Pemunculan, (2) Pengembangan, (3) Interaktif, (4) Transaksional, dan (5) Penggabungan

Dengan demikian maka untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan e-government dalam memberikan pelayanan publik oleh pemerintah dapat diukur melalui lima tahapan tersebut.

Tahap Pemunculan e-government

Tahapan ini ditandai dengan pemunculan atau pembuatan website online resmi pemerintah. Website ini menyajikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kebutuhan layanan publik oleh pemerintah.

Tahap Pengembangan e-government,

Tahapan ini merupakan tahapan pengebangan dari tahap kpertama dimana website pemerintah menjadi lebih banyak menyajikan informasi di dalam website tersebut dengan harapan dapat terjadi interkasi yang lebih dinamis.

Tahap interaktif e-government

Tahapan ini sebagai tahapan dimana masyarakat dan pemerintah telah berinteraktif dengan menggunakan fasilitas website dimana pengguna atau masyarakat dapat men-download formulir dan berkomunikasi dengan pegawai pemerintah di internet.

Tahap Transaksional e-government

Tahpan ini terwujud jika para pengguna atau masyarakat dapat melakukan transaksi via online seperti dalam melakukan pembayaran layanan dan melakukan kegiatan serupa lainnya secara online.

Tahap penggabungan e-government

Tahapan penggabungan merupakan tahap akhir dari e-government,   ketika misalnya e-services yang terintegrasi melintasi batas-batas administratif (ASPA dan UNDPEPA 2001: 2).