TOT Kewidyaiswaraan untuk Moderasi

Featured

Jakarta, Maret 2019. Di Pusdiklat Teknis di Ciputat berjarak kurang lebih sekilometer dari UIN Syarif Hidayatullah digelar Diklat Teknis Subtantif Kewidyaiswaraan Moderasi Bergama (TOT).

Saya bersama Dr. Salman dan Hanafi Pelu ditugaskan untuk mengikuti kegiatan ini hingga 10 Maret 2019. Moderasi beragama memang menjadi topik yang menjiwai Hastag Kementerian Agama “jaga kebersamaan Umat” yang lahir dengan maksud untuk meredakan konflik yang kian subur. Pengarus utamaan moderasi beraga memang sudah saatnya menjadi keharusan agar keragaman agama benar benar menjadi rahmat.

Pada overview program, kasubag teknis menguraikan esensi dari kegiatan ini sebaagi langkah awal untuk menyiapkan tenaga tenaga widyaiswara yang akan berperan dalam program oengarusutamaan moderasi beragama. Meskipun secara spesifik belum bisa alumni TOT ini menjadi tenaga spesialis untuk program tersebut, kecuali peserta di seleksi melalui uji kompetensi.

Satu hal yang cukup menenangkan karena event diklat ini dapat menjadi ajang reuni Diklat Cawid 2017 yang berasal dari Aceh, Bali, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang dan Irian Jaya. Ada 12 orang termasuk jakarta yang ngumpul di waktu dan tempat yang sama.

Hebatnya lagi, karena beberapa dari mereka menepati kamar yang sama saat diklat seperti Pak Yotan dari Irian yang juga tepat bersebelahan kamar dengan saya. Nah… Sebenarnya ini seperti mengulang sejarah 2 tahun lalu di medio Oktober 2017. Dikamar yang sama bahkan dengan lemari dan tempat tidur yang sama kala itu. Hingga Hanafi Pelu merelakan lemari dan tempat tidurnya saya rebut “paksa”. “Ini tempat tidur dan lemari saya dulu” kataku sambil memindahkan semua pakaiannya pada lemari sebelah. Bahkan Dr. Salman juga memilih tempt tidur yang sama persis ketika mengikuti Diklat Cawid di 2017.

Semoga TOT kali ini juga berbuah sama di tahun 2017 meski kala itu hiruk pikuk pilpres tidak mewarnai perbincangan di meja makan seperti sekarang.

Leave a Reply