Moderasi Beragama di BNPT

Sentul, Maret 2019. Peserta Diklat TOT Moderasi Beragama bagi Widyaiswara melakukan kunjungan ke BNPT Sentul Bogor Jawa Barat sebanyak 60 orang dan diterima langsung oleh direktur pencegahan BNPT Bapak brigjen polisi Ir. Hamli ME dan Kepala Bidang Bina masyarakat Kolonel Solahuddin Nasution di ruang Rapat lantai 2.

Panitia yang diwakili oleh kabag TU Pusdiklat Kementerian Agama Wawan Ridwan menyampaikan maksud kunjungan peserta ke BNPT agar peserta dapt memperoleh pencerahan terkait moderasi beragama untuk medesiminasikan di lingkup kementerian agama pada saat melatih pada diklat penyuluh yang akan mendiklat sebanyak 28.000 orang penyuluh agama non PNS di lingkup kementerian Agama RI.

Dalam penyampaiannya Hamli menyambut baik program ini karena kegiatan ini sangat dibutuhkan sebagai bagian dari peran aktif dalam menekan kencenderungan intoleransi dan radikalisme yang semakin tumbuh subur. Kemunculan intoleransi dan radikalisme sampai pada tahapan terorism tidak tiba tiba tapi menurut Hamli ada proses panjang yang mendahuluinya. Informasi terkait hal ini saya kira sangat penting untuk diketahui agar dapat menyebarkan ke masyarakat karena penyuluh agama dan widyaiswara menjadi ujung tombak penyebaran informasi dalam upaya pencegahan intoleransi, dan radikalisme di masyarakat.

Hamli menegaskan bahwa intoleransi dan radikalisasi cenderung lahir karena adanya kekeliruan dalam memahami agama yang diyakininya atau karena faktor lain seperti rasa ketidak adilan dan diskriminatif. Untuk kasus seperti ini sesungguhnya Penanganan terberat ada pada level radikalisme dan intoleransi karena sangat sulit untuk dideteksi keberadaannya.  Jadi harus melibatkan semua elemen pemerintah dan masyarakat.

Ada kesyukuran bahwa di Indonesia resistensi masyarakat masih tinggi terhadap radikalisasi dan intoleransi, tutup Hamli dalam paparannya.

Leave a Reply