Urgensi Media Pembelajaran pada K13

Media pembelajaran sering disalahartikan dan disamakan dengan pengertian media secara umum. Media pembelajaran juga sering diartikan alat audio visual, audio visual aids, teaching aids, Software dan Hardware.

Media adalah bentuk jamak dari kata medium yang berarti pengantar atau perantara (Sujarwo, 1989). Karena berbeda dengan media pada umumnya maka media pembelajaran merupakan media yang dimanfaatkan atau digunakan oleh guru dalam kegaitan pembelajaran . Memang secara umum sama dengan media pada umumnya tetapi perbedaannya terletak pada manfaat atau tujuan dari penggunaan media tersebut.

Beberapa jenis media pembelajaran seperti Audio visual aids mengandung pengertian sebagai alat bantu dalam menyampaikan informasi atau penyajian pesan (konsep, prinsip, atau pesan lainnya) yang disampaikan pada sasaran didik dalam bentuk audio, visual, audio visual aids maupun dalam bentuk lainnya.

Teaching aids mengandung arti sebagai alat bantu guru dalam mengajar, karena alat bantu maka tingkat peranannya hanya sebagai pelengkap dalam proses belajar mengajar. Olehnya itu tentunya alat bantu tersebut berfungsi untuk menjelaskan sebagaian saja dari keseluruhan program instruksional yang dianggap belum jelas dan masih memerlukan tambahan penjelasan yang disampaikan oleh guru.

Makin baik mutu guru yang mengajar dengan teaching aids maka semakin kecil peranan maka akan semakin kecil peranan teaching aids dan sebaliknya. Padahal peranan teaching aids tersebut makin banyak tergantung pada keterampilan guru dalam mengatur strategi belajar.

Media lahir karena penerapan prinsip-prinsip teknologi instruksional, teknologi instruksional lahir karena adanya teknologi pengajaran. Teknologi dalam pengajaran itulah yang disebut audio visual aids dan perlengkapannya yakni hardware.

Sesuai dengan uraian tersebut maka hal-hal tertentu dapat berperan sebagai guru tanpa mengurangi atau menurunkan efektifitas dan efisiensi belajar siswa yang mempunyai karakteristik tertentu. Schramm (1973) mengatakan bahwa efek dari perbedaan individu siswa dalam interaksi lebih banyak dirasakan melalui strategi mengajar dari pada media yang menyampaikan strategi tersebut.

Media pengajaran dapat dimaknai bahwa guru, buku teks, segala bentuk sistem/instrumen dan lingkungan sekolah adalah media. Namun yang dimaksudkan media dalam penelitian ini adalah bahan grafik, fotografik, elektronik dan mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi visual atau verbal yang dipergunakan sebagai sarana menuju kepada suatu tujuan tertentu.

Pentingnya media pengajaran juga dikemuakkan oleh Sudjana (2002), bahwa dengan penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar mengajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dpat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Penggunaan media pengajaran pada saat terjadinya proses belajar mengajar dalam kelas diharapkan dapat mempertinggi minat dan perhatian siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.

Efektifitas penggunaan media terhadap proses belajar bengajar tersebut terjadi karena dalam proses pengugunaannya siswa dilibatkan tidak hanya dalam benak ataupun mentalnya saja akan tetapi dapat memperhatikan merapa dan menyaksikan secara langung informasi yag disampaika dalamproses belajar mengajar tersebut.

Terdapat beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran yaitu media foto, grafik, globe, atlas, film dan sebagainya. Menurut Sudjana (2002) beberapa media pegajaran yang sering digunakan adalah

Pertama, media Grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan sebagainya,

Kedua, media tiga dimensi yaitu model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama, Ketiga, media proyeksi seperti slide, film strips, film, OHP dan Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media.

Keseluruhan media pembelajaran ini tetap harus dipertimbangkan guru untuk digunakan dengan menggunakan kurikulum 2013 dan pengembangan kurikulum berikutnya. Karena pada prinsipnya K13 dapat diwujudkan guru jika tetap menggunakan media pembelajaran dalam interaksi yang dilakukannya meskipun dengan metode dan pendekatan lain.

Leave a Reply