Menjadi Pembicara yang Baik dengan Pengetahuan

Berbicara bagi sebagian orang sama sulitnya dengan menulis. Jika berbicara secara personal kepada lawan bicara, pastilah setiap orang mampu melakukannya. Tetapi ketika memperoleh tekanan (pressure psikologis) maka kebanyakan orang bahkan tak bisa mengucapkan satu katapun kecuali “eeeeee” atau “anuu” dan seterusnya. Ini bukan masalah sesungguhnya. Karena setiap orang punya potensi dan kemampuan untuk berbicara.

Bagaimana mengatasinya?

Kebanyakan para presenter hebat membagi tips dan tricknya. Akan tetapi kebanyakan pula dari kita salah kaprah dalam menerimanya. Berbicara adalah keterampilan, tetapi bukan berarti tidak butuh pengetahuan. Justru prasyarat seseorang mampu berbicara adala pengetahuan. Pembicara harus paham betul materi yang dibicarakan. Tahu disini, bukan sekedar tahu. Tetapi tahu secara utuh mulai dari dasar filosofi sampai pada aksiologi materinya.

Jika demikian, maka sebelum bebicara pahamilah secara utuh materinya dari berbagai aspek dan beragam persfektif. Hal ini dapat terbangun melalui membaca. Jika anda tidak membaca, maka anda tak akan pernah mampu berbicara. Pada satu materi yang akan anda sampaikan, telusurulilah keseluruhan materi mulai dari aspek ontologi, epistimologi dan aksiologi. Tepat juga jika anda mencoba membaca lilteratur terkait dengan materi yang akan anda bicarakan melalui pertanyaan 5 W dan 1 H.

Belajarlah berdiskusi dengan beragam literatur. Ini mungkin aneh bagi anda, tetapi berdiskusi dengan literatur berarti anda bertanya dan mencari jawaban dari buku, majalah, koran, internet, perpustakaan, jurnal ilmiah dan resources yang lain. Tetaplah menjaga fokus anda pada materi yang akan anda bawakan. Tidak berlebihan jika sesekali anda mendiskusikan pada teori-teori klasik hingga kontemporer dari materi tertentu.

Kuncinya terletak pada bagaimana anda mengumpulkan pengetahuan dan wawasan yang tidak terbatas pada materi tersebut. Ingat, bahwa pada saat anda akan berbicara tidak menutup kemungkinan apa yang akan dibicarakan diterima orang dengan reaksi menerima, menolak, atau abstain. Anda harus memiliki banyak bahan untuk tetap mempengaruhi orang agar dapat menerima apa yang anda sampaikan.

Kemampuan berbicara tergantung penguasaan materi. Ini menjadi modal pertama yang harus anda miliki sebelum memjadi pembicara yang baik.

Tips berikutnya akan di sajikan pada postingan lain.

Leave a Reply