Gaya Hidup Baru di Sosial media

lifestile1Sosial media. Kata kunci yang membuat banyak perubahan. Perubahan gaya hidup tentunya. Jika seseorang memperhatikan dengan seksama, sesungguhnya banyak hal yang berubah dari habit kita. Beberapa menuampkkan kondisi yang lucu tetapi juga sangat mengerikan. Ketika sekelompok orang menyempatkan diri duduk dalam sebuah cafe, sebuah pemandangan lumrah jika dalam sebuah meja, akan nampak bahwa intensitas mereka berinteraksi jauh lebih kurang terjadi. hal ini karena masing-masing dari mereka itu sibuk dengan screen touch gadget, ipad, iphone dan smart phone mereka.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, istilah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat sudah begitu nyata di hadapan kita. Kita kadang kala lebih sibuk berbicara dan berkomunikasi dengan orang yang jauh ketimbang orang yang berada sangat dekat dengan kita. Beberapa istilah kemudian muncul, seperti Baper. Bawa Perasaan kata mereka, suatu kondisi dimana proses perbincangan di media sosial tidak dibenarkan bawa perasaan. Hahahha… sebuah gaya hidup yang baru bukan?

Apakah kondisi tersebut melulu memiliki nilai negatif. Apakah bertentangan dengan gaya hidup yang seharusnya. Pada satu sisi, jika menggunakan ukuran kepentingan, sebenarnya tidak terlalu salah. Toh perbincangan serius akan terjadi jika memang didasari oleh rasa saling membutuhkan. Dari sejak jaman dahulu saja banyak orang yang sering bertemu tetapi tidak membangun komunikasi karena faktor kebutuhan. Fasilitas ICT yang dimanfaatkan sekarang hanay bagian kecil dari bagaimana menciptakan model komunikasi tanpa harus bertemu.

Pada akhirnya lahir sebuah model pertemuan yang sangat lumrah disebut kopdar. Kopdar merupakan idiom dari Kopi Darat atau bertemu secara fisicly dengan seseorang atau beberapa orang. Karena pertemuan dan komunikasi yang terjalin selama menggunakan media sosial di dunia maya akan ditindak lanjuti jika ada hal yang dianggap urgent untuk dibicarakan. Atau paling tidak jika perkenalan selama ini hanya terjalin di media sosial, tetapi merasa penting untuk melakukan pertemuan secara fisik untuk membangun hubungan lebih lanjut.

Ini gaya hidup, tetapi belum pasti sebuah gaya hidup modern. Gaya hidup ini hanya gaya hidup populis. Terbangun karena pengaruh faktor ICT.

Wallahuallam

Leave a Reply