Learning organization dan e-Government

e-readiness e-government yang paling urgent adalah SDM. Penyiapan Kapabilitas SDM dilakukan melalui prkatek learning Organization. Zainal (2016) merekomendasikan 9 (sembilan) elemen praktek learning organization yang dibagi ke dalam 3 (tiga) elemen inti berdasarkan level aktivitas belajar dalam organisasi, yaitu:

  1. Level individu meliputi Komunikasi pembelajaran (Communication learning), Motivasi dan Kesadaran Belajar (Motivation and Awareness Learning) dan Dukungan Pimpinan (Support Leaders)
  2. Level Tim/Group meliputi pendidikan dan latihan (Practice Education and Training), Inquiry dan Dialog (Inquiry and Dialogue) dan pendidik Sebaya dan Tim Support (Peer Education and Team Support)
  3. Level Organisasi meliputi Berbagi pengetahuan dan keterampilan (Sharing knowledge and skills), Promosi dan Penciptaan lingkungan pembelajaran (Promotion and creation of learning environments) dan Penyamaan Visi belajar (Match Vision of learning)

 

9 elemen praktek LOModel tersebut merupakan model berbasis pengembangan SDM, sebagai elemen dalam usaha organisasi membangun learning organization. Persfektif ini menghendaki setiap individu, kelompok atau tim dan organisasi berinteraksi dalam rangka mencapai tujuan dalam bekerja menggunakan e-government, di samping tetap secara bersamaan mengintegrasikan proses peningkatan kapasitas dan kompetensinya melalui belajar dengan pemanfaatan model e-learning melalui penggunaan tools ICT.

Melalui bangunan element praktek LO ini akan mendorong organisasi pemerintah menyiapkan SDM yang kapabel untuk mensukseskan e-goverment dalam menciptakan pelayanan publik yang akuntabel dan transparant. Pada sisi lain akan membantu pemerintah agar e-government tidak hanya menjadi proyek mercusuar saja

Semoga.

Leave a Reply