10 Prinsip Google yang Mumpuni

google_logo_41Kadang banyak pertanyaan muncul bagi penikmat internet (meskipun lebih banyak yang tidak) “Mengapa Google sukses?” Kebanyakan penikmat internet misalnya browsing, chating, dan media sosial lainnya kebanyakan mmanfaatkan google untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan sampai anak-anakpun jika menghadapi pertanyaan sulit selalu jawabannya adalah “Tanya om Google”. Mengapa begitu hebatnya google hingga sepertinya “menjadi Tuhan kedua”.
Lihat saja seorang mahasiswa yang sedari pagi sampai pagi kembali dapat menyelesaikan pekerjaan dan tugas kuliahnya hanya karena mengakrabi om Google. Atau seorang anak yang sibuk memainkan permainan Game on line yang juga diawali dari pencariannya di Google. Sekali lagi muncul pertanyaan “Mengapa google begitu hebat.
Pernahkan sekali waktu kita bertanya apa nilai-nilai yang mereka anut sebagai sebuah perusahaan sehingga bisa sehebat itu. Karena bagaimanapun juga pasti mereka punya prinsip-prinsip dan nilai yang mereka anut yang sebenarnya merupakan budaya kerja mereka. Ada hal menarik yang dituliskan dalam informasi mereka dan ini menjadi pelajaran menarik buat kita.

Google menulis “10 hal” yang telah berusia beberapa tahun. Setiap saat Google memeriksa daftar tersebut untuk mengetahui apakah prinsip yang mereka jalankan  masih berlaku. (Google) Artinya mereka menciptakan satu budaya belajar yang luar biasa. Prinsip ini sebenarnya ditekankan oleh penelitian Schein (1983) dimana budaya belajar harus mengandung asumsi bersama bahwa solusi untuk berbagai masalah berasal dari pencarian pragmatis untuk kebenaran dan kebenaran yang dapat ditemukan di mana saja, tergantung pada sifat dari masalah tersebut.

Meskipun pada dasarnya hal ini merupakan posisi pragmatis pada dimensi-moralisme pragmatisme, orang akan berasumsi bahwa pragmatisme itu sendiri kadang-kadang begitu menentukan ketergantungan pada otoritas dan kebijaksanaan.    Yang harus dihindari dalam budaya belajar adalah asumsi otomatis bahwa kebijaksanaan dan kebenaran berada di salah satu sumber daya atau metode.

Banyak organisasi yang bertahan dan tumbuh, tetapi pada saat yang sama pula tidak konsisten menjalankan usahanya atau melakukan hal-hal yang tampaknya bertentangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemimpin tidak hanya menanamkan ke dalam organisasi mereka apa yang mereka sadari untuk dilakukan, tetapi mereka juga menyampaikan konflik batin dan sikap inkonsistensi mereka sendiri (Schein, 1983; Kets de Vries dan Miller 1984; Miller 1990).

Seperti masalah akan perubahan yang kita hadapi, akan merubah metode pembelajaran kita. Untuk beberapa tujuan kita harus bergantung pada ilmu pengetahuan umum, dan untuk tujuan lain kita harus menemukan kebenaran dalam suatu pengalaman berupa bukti ilmiah, karena kita secara kolektif harus bereksperimen dan hidup dengan kesalahan sampai solusi yang lebih tepat dapat ditemukan. Pengetahuan dan keterampilan akan ditemukan dalam berbagai bentuk, dan apa yang penulis sebut sebagai proses penelitian klinis, di mana orang-orang yang membantu dan para kliennya bekerja secara bersama-sama,  akan menjadi lebih penting karena tidak ada yang “ahli” memberikan jawaban yang sempurna.

Sepertinya prinsip-prinsip budaya dan nilai yang dianut oleh setiap organisasi juga perlu dilakukan dan bahkan tidak salah meniru prinsip dan nilai Om Google. 10 Prinsip itu adalah:

  1. Berfokus pada pengguna dan yang lain akan mengikuti.
  2. Yang terbaik adalah mengerjakan satu hal dengan sangat baik.
  3. Lebih baik cepat daripada lambat.
  4. Demokrasi dalam kerja web.
  5. Meskipun tidak berada di depan meja kerja, Anda bisa saja membutuhkan jawaban.
  6. Anda dapat mendapatkan uang tanpa berbuat jahat.
  7. Selalu ada informasi lain di luar sana.
  8. Kebutuhan akan informasi melebihi batas apa pun.
  9. Anda bisa tampak serius tanpa mengenakan setelan.
  10. Hebat masih belum cukup.

 

3 Replies to “10 Prinsip Google yang Mumpuni”

Leave a Reply