Kepergianmu

jendela menguak lebar tak kau hiraumemilih pintu yang terbuka separuhmemaksa badanmu ringkih melewatinya “engkau deretkan senyum manis beserta bulir-bulir air mata” meleleh luluh lantakkan garang hatimelihatmu membariskan punggung tepat di kedua bola matakuyang nanar menatapmu hilang

Susah

suatu ketikamenggambarmu melalui kalimatkurangkai kata sulitserasa sangat mudah hari inimerangkai kata mudah menggambarmu dalam sepotong kalimatserasa sangat sulitsusah