Kekalahan

tak cukup indahkah rayuankuhingga engkau menderetkan senyum tak rapi untukkumencakar-cakar hati hingga berdarah-darah tak sempurnakah belaian tangankumembuat tubuhmu meronta-rontahingga mendorong tubuhku hingga menjauh darimu tak jugakah sadartiupan nafas cintakuhampir mengalahkan sangkalayang belum ku tiupkan untukmu…..

Kepergianmu

jendela menguak lebar tak kau hiraumemilih pintu yang terbuka separuhmemaksa badanmu ringkih melewatinya “engkau deretkan senyum manis beserta bulir-bulir air mata” meleleh luluh lantakkan garang hatimelihatmu membariskan punggung tepat di kedua bola matakuyang nanar menatapmu hilang