Gulita di Terang Ramadhan

aku dan kisahku
memulai dengan senyuman
lalu tangis terangkai dengan sedikit memelas
lalu mengerang karena ketakutan
ada yang tampak dalam pandangan
saat bai’at terangkat
pertanda keta’atan dan ketundukanku
menyemat kesungguhan pada nurani
tentang iman yang tersemat kukuh

terlena
dunia telah mengubahnya
semuanya sirna dalam sekejap
Ramadhan telah datang
menawarkan berjuta pintu bai’at
memenjarakan dosa
menghapus kebathilan
tapi dimana nurani kini
tetap tertelan nafsu

 

Leave a Reply