Rindu Tak Usai
[slideshow] lupakan aku sejenak biarkan nuranimu bersimbah rinduberi waktu sesaat kugambar wajahmu berhias asmara jangan datang sekarang belum rampung kisah asmara aku denganmu
Widyaiswara | AI in Education | Pengembang Pembelajaran Digital
[slideshow] lupakan aku sejenak biarkan nuranimu bersimbah rinduberi waktu sesaat kugambar wajahmu berhias asmara jangan datang sekarang belum rampung kisah asmara aku denganmu
tak cukup indahkah rayuankuhingga engkau menderetkan senyum tak rapi untukkumencakar-cakar hati hingga berdarah-darah tak sempurnakah belaian tangankumembuat tubuhmu meronta-rontahingga mendorong tubuhku hingga menjauh darimu tak jugakah sadartiupan nafas cintakuhampir mengalahkan sangkalayang belum ku tiupkan untukmu…..
jendela menguak lebar tak kau hiraumemilih pintu yang terbuka separuhmemaksa badanmu ringkih melewatinya “engkau deretkan senyum manis beserta bulir-bulir air mata” meleleh luluh lantakkan garang hatimelihatmu membariskan punggung tepat di kedua bola matakuyang nanar menatapmu hilang
Waktu kuhentikanMalam kupanjangkanLangit kupenuhkan bintang Mentari kuhijab sinarnyaEmbun kukeringkanPagi tak kubiarkan datang waktu jangan bergantijangan ada esok hariakan kunikmati malam ini Bersamu
dalam segala kemanuasiaanku kupunya mata karena pemberian-Mu kujagakan dengan sempurna tapi tak kuasa kugunakan seperti kehendak-Mu seperti Engkau telah mewarisiku alat pendengar alat perasa, alat pencium dan seluruh anggota tubuhku Engkau menyempurnakan dengan keindahan paripurna lalu aku menghianatinya jauh dari Read more
Meski Ramadhan menjadi anjuran menyambutnya dengan gembira, tapi kulihat dia masih saja meringis perih. Entahlah…! Mungkin saja dia tak memahami jika kegembiraan yang disemat untuk menyambut Ramadhan mendatangkan pahala bagi dirinya. Tapi mungkin saja dia tidak lagi memiliki alasan tepat Read more